Sabtu, 26 Maret 2011

PHYSIC vs METAPHYSIC

Air
H2 dan O2
Basah
Tanah
Panas
Hilang

Cabai
Merah
Hijau
Warna
Pedas
Rasa
Mana:?

Manusia
Jasad
Ruh
Kasar
Halus

Langit
Biru
Di atas
Di mana:?

Tiada ada
Ada tiada.

Dia ada ketika ketiadaan itu ada...
 

Selasa, 22 Maret 2011

SATU JANJI

Gerimis pun mulai berhenti,
Berganti dengan angin malam
Yang menusuk tulang dalam
Temaram tanpa bintang.

Dan disebelah barat  sana,
Terdengar suara rebana
Sayup-sayup mengalunkan pujian
Pada Sang Penguasa Alam.

Neng Sri,..aku rindu pada pertemuan
Pertama di pinggir kolam
saat kita memancing ikan.

Biarlah aku tak cukup pintar
Untuk paham bait-bait rubaiyat Omar Kayam.
Biarlah aku tak pernah memiliki kesadaran
Seperti kesadaran Carl Gustav Jung
Dan biarlah aku tak pernah bisa mabuk
Semabuk Rumi ketika terbang bersama matsnawi.
Aku hanya seorang pemimpi yang memimpikan cinta
Bagai cinta Ulysses pada sang pujaan hati.

Tapi aku kan slalu mendengarkan suara hati
Yang selalu mengingatkanku akan diri
Yang pernah terucap dalam satu janji.
Aku mencintaimu hingga sekerat hati ini mati...

Sabtu, 05 Maret 2011

KONTEMPLASI


Kalimat-ku terhempas bagai buih pantai yang meranggas
Pada tepian pantai di Batu Karas.
Kata-kata-ku bukanlah kata-kata sakti bagaikan mantera.
Kata-kata-ku terkadang begitu gelisah
bagaikan burung yang kehilangan sangkarnya.
Huruf-huruf-ku bagaikan bayi-bayi yang keluar membuyar
Tanpa pernah dapat ku-hindar.

Biarlah sunyi sesaat menuai arti, demi tercerahkan hati.

Oh,..secawan anggur ini memabukkan ku
Pada cinta yang terjal menggapai.
Mungkin aku salah melihat,
Mungkin aku salah mendengar.
Mungkin aku salah membaca pada setiap pohon
Yang tertanam indah ditanah pada urat pantai.

Atau mungkin helai-helai daun yang jatuh
selalu menyembunyikan kisah.

Gunung nun jauh begitu angkuh merengkuh.
Merengkuh setiap badai yang datang menyentuh.
Meminum setiap air yang turun dari langit jauh.
Mengucap salam pada sauh-sauh yang hendak berlayar jauh.

Resah dan gelisah karena bara menyisakan kisah
Pada angin yang membelai sawah-sawah.
Smoga bulir kembali tumbuh dan merekah.
Memenuhi harap yang slalu membuncah...

Kamis, 03 Maret 2011

KETIKA SIANG BERGANTI MALAM



Kau adalah saat ketika sang raja enggan terlihat.
Keceriaanmu tergambar ketika putri malam
Melebarkan kanvasnya yang indah nan cemerlang.
Bintang-bintang bernyanyi layaknya
Paduan suara yang menyampaikan arti.

Saat semua makhluk terlelap,
maka Rabiah pun naik ke puncak atap,
menunaikan segala hasrat, keluh kesah  dan cinta
yang menggelora pada Sang Penguasa Jagat.

Sementara, sebagian lain mungkin asyik bergembira
bersama lampu dan kerlap-kerlip semu.
Sebagian lain mungkin mati terlelap setelah tuntaskan
hajat di pundak yang membelenggu dan berat.
Mungkin juga dibagian lain menghadirkan khusyuk
memanjatkan munajat tuk tuai asa yang menjerat.

Dan kunang-kunang pun kembali ke pangkuan inang.
Bintang-bintang terlihat lunglai kecapaian.
Dirimu sekarat dan penuh karat
Karena sang waktu telah merapat…

Sabtu, 26 Februari 2011

Transendent




Disini gelisah tanpa kisah
Disini tenang tanpa waktu dan ruang
Ketika gelisah dan tenang
Bagikan siang dan malam.

Segala jawhar berputar melingkar
Tak peduli ia kecil ataupun besar
Berputar pada garis edar
Berpendar vertikal dan horizontal

Yang terlihat adalah takdir-Nya
Yang tak terlihat adalah rahasia-Nya
Yang membalikkan malam pada siang-Nya.
Teguhkan iman dan kokohkan keyakinan
Agar jelas bathin memandang..

Rabu, 23 Februari 2011

KETIKA NAFSU BAGAI KUDA LIAR ,....

Bibir-ku gemetar menahan
sumpah serapah yang tak tertahankan
Kesadaran-ku hilang bagai tetes air
Di padang sahara yang gersang.
Dada-ku berdebar bagai kuda liar
Yang keluar dari pacuan perlombaan

Terbayang tubuh indah-mu dalam fikiran,
Tercium aroma tubuh-mu yang
merangsang dan memabukkan,
Teringat  desah nafas-mu
kala bulu kuduk-mu meremang
Geliat-mu yang mengantar-ku
pada awang-awang,..oh.

Hijau-merah, hijau-merah, hijau-merah…!

Setitik cahaya menampak dalam
Ujung mata, ku bangkit berdiri
Dan ku ambil air suci.
Ku basuh diri dalam sabda dan persaksian ilahi.

Hening,    sepi,   aku memang sedang sendiri.
Menyadari kekhilafan yang mungkin terjadi
Menggapai lautan maaf Yang Maha Hidup
dan Berdiri Sendiri..

Senin, 31 Januari 2011

PUISI ANGIN


Hembusan nafas mu
pada awan di kayangan
membuat mereka
saling bercumbu
dan melahirkan hujan

Geliat tarian mu
membelai ranting dan dahan,
memadu cinta putik dan benang
walau dirimu tak tersaksikan

Kau lempar debu ke udara
Kau terjang bahtera di samudera
Kau perintah bara yang menyala
Bila dirimu datang murka

Kamis, 27 Januari 2011

HAKIKAT (sebuah opini)

Ketika kita mendengar kata hakikat maka umumnya yang terbayang adalah sesuatu yang menunjukkan keutamaan, ketinggian dari sesuatu yang lain. Umumnya dipahami bahwa hakikat yang berkaitan dengan manusia adalah berkaitan dengan jiwa atau ruh sebagaimana pendapat-pendapat yang berkembang baik dari sisi agama maupun filsafat. Tapi bagaimanakah sesuatu dikatakan lebih utama dari suatu yang lain bila keberadaannya tidak muncul ke permukaan dalam bentuk laku tertentu?

Bagaimana kita tahu akan inner beauty bila keberadaannya tidak bisa kita saksikan ataupun kita dengar?, Bukankah kesempurnaan jiwa dan ruh seseorang termanifestasikan dalam wujud perbuatan dan perkataan yang disimbolkan secara lahiriah?.
Sebagai contoh adalah keutamaan seorang penari dan kesempurnaan tariannya akan tampak atau tersaksikan manakala penari tersebut dapat menarikan sebuah tarian yang indah dan cantik yang mengakibatkan kekaguman orang yang menyaksikannya walaupun dari sisi lahiriah tertentu penari tersebut tidaklah begitu cantik misalnya, atau misalkan seorang penyair yang sedang membawakan sebuah syair sehingga orang yang mendengar dan menyaksikan bagaikan tersihir.

Bukankah akibat berkaitan dengan sebab?, jika sebab dihilangkan maka akibat tidak akan muncul. Dan menurut saya akibat yang bisa muncul secara mandiri tanpa harus melihat pada keberadaan sebab semata-mata mutlak hanya perbuatan Tuhan saja atau segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan keagungan-Nya.

Maka opini saya yang dikatakan dengan hakikat manusia adalah adanya integrasi yang sempurna, selaras, dan seimbang dari ketiga unsur yaitu jasmani, akal, dan ruhani. Dan hakikat manusia menurut saya adalah hasil dari integrasi yang sempurna dari ketiga unsur tersebut, dan kesempurnaan tertinggi yang pernah ada pada manusia adalah pada para kekasih-Nya.
Maka hakikat terkesan ada tapi tidak ada, tidak ada tapi ada.





by: agus

Minggu, 09 Januari 2011

WARANGGANA


Panas terik membakar tubuhku
Asap dan debu menyatu membasahi
Dada waranggana yang tengah  bergoyang
Menarikan tarian kehidupan
Dalam pertunjukan ronggeng mayapada.

Dan diujung seberang jalan,
turangga menungguku
tuk mengantarkan ku pulang
ke negeri impian
bila senja telah menjelang.

Segenggam asa,
sebongkah cinta
Menyatu dalam cita dan karsa
Sirnakan lara dalam melodi tanpa suara.

Gadis kecil  tersenyum manis
Memainkan harpa mendendangkan
Kawih pujian, dalam syair yang
Hampir hilang ditelan kehidupan.

Aku memainkan tarian kehidupan
Tarian penghambaan pada pencipta alam
Sebagai zikir pada penguasa alam
Agar menyatu dalam qudrat dan iradat-Nya.