Rabu, 23 Februari 2011

KETIKA NAFSU BAGAI KUDA LIAR ,....

Bibir-ku gemetar menahan
sumpah serapah yang tak tertahankan
Kesadaran-ku hilang bagai tetes air
Di padang sahara yang gersang.
Dada-ku berdebar bagai kuda liar
Yang keluar dari pacuan perlombaan

Terbayang tubuh indah-mu dalam fikiran,
Tercium aroma tubuh-mu yang
merangsang dan memabukkan,
Teringat  desah nafas-mu
kala bulu kuduk-mu meremang
Geliat-mu yang mengantar-ku
pada awang-awang,..oh.

Hijau-merah, hijau-merah, hijau-merah…!

Setitik cahaya menampak dalam
Ujung mata, ku bangkit berdiri
Dan ku ambil air suci.
Ku basuh diri dalam sabda dan persaksian ilahi.

Hening,    sepi,   aku memang sedang sendiri.
Menyadari kekhilafan yang mungkin terjadi
Menggapai lautan maaf Yang Maha Hidup
dan Berdiri Sendiri..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar