Kamis, 06 Maret 2014
Selasa, 23 Oktober 2012
SATU FASE DALAM KEHIDUPAN
Ya Tuhan,..
Salahkah aku karena singgah pada tepian
Sebuah dahan dalam satu persinggahan
Lupakah aku karena telah hinggap
Pada sebuah atap yang tidak seharusnya aku merapat.
Aku terseret arus yang tak dapat ku kendalikan
Aku terduduk dan termangu menyaksikan keindahan
Yang belum pernah kusaksikan dalam kehidupan
Aku tertidur dalam mantera cinta yang memabukkan.
Adakah suara terdalam telah menyadarkan ku
Untuk bangkit dan kembali dalam kehidupan.
Apakah ini sebagian takdir yang harus kujalani
Tanpa pernah dapat kuhindarkan,..
sebagai sarana menuju pilihan yang menunggu di gerbang depan.
Oh Tuhan,
Ini hanya sebuah riak dalam samudera kehidupan
Karena gunung yang kokoh tak kan pernah terpengaruh
Oleh ganasnya badai kehidupan.
Biarlah mengalir bagai air di lautan
Ini hanya fase lain dalam kehidupan
Agar siap menyongsong kebahagiaan lain yang telah di janjikan
Karena siang dan malam telah tertuliskan pada buku kehidupan.
Salahkah aku karena singgah pada tepian
Sebuah dahan dalam satu persinggahan
Lupakah aku karena telah hinggap
Pada sebuah atap yang tidak seharusnya aku merapat.
Aku terseret arus yang tak dapat ku kendalikan
Aku terduduk dan termangu menyaksikan keindahan
Yang belum pernah kusaksikan dalam kehidupan
Aku tertidur dalam mantera cinta yang memabukkan.
Adakah suara terdalam telah menyadarkan ku
Untuk bangkit dan kembali dalam kehidupan.
Apakah ini sebagian takdir yang harus kujalani
Tanpa pernah dapat kuhindarkan,..
sebagai sarana menuju pilihan yang menunggu di gerbang depan.
Oh Tuhan,
Ini hanya sebuah riak dalam samudera kehidupan
Karena gunung yang kokoh tak kan pernah terpengaruh
Oleh ganasnya badai kehidupan.
Biarlah mengalir bagai air di lautan
Ini hanya fase lain dalam kehidupan
Agar siap menyongsong kebahagiaan lain yang telah di janjikan
Karena siang dan malam telah tertuliskan pada buku kehidupan.
Sabtu, 26 Maret 2011
PHYSIC vs METAPHYSIC
Air
H2 dan O2
Basah
Tanah
Panas
Hilang
Cabai
Merah
Hijau
Warna
Pedas
Rasa
Mana:?
Manusia
Jasad
Ruh
Kasar
Halus
Langit
Biru
Di atas
Di mana:?
Tiada ada
Ada tiada.
Dia ada ketika ketiadaan itu ada...
H2 dan O2
Basah
Tanah
Panas
Hilang
Cabai
Merah
Hijau
Warna
Pedas
Rasa
Mana:?
Manusia
Jasad
Ruh
Kasar
Halus
Langit
Biru
Di atas
Di mana:?
Tiada ada
Ada tiada.
Dia ada ketika ketiadaan itu ada...
Selasa, 22 Maret 2011
SATU JANJI
Gerimis pun mulai berhenti,
Berganti dengan angin malam
Yang menusuk tulang dalam
Temaram tanpa bintang.
Dan disebelah barat sana,
Terdengar suara rebana
Sayup-sayup mengalunkan pujian
Pada Sang Penguasa Alam.
Neng Sri,..aku rindu pada pertemuan
Pertama di pinggir kolam
saat kita memancing ikan.
Biarlah aku tak cukup pintar
Untuk paham bait-bait rubaiyat Omar Kayam.
Biarlah aku tak pernah memiliki kesadaran
Seperti kesadaran Carl Gustav Jung
Dan biarlah aku tak pernah bisa mabuk
Semabuk Rumi ketika terbang bersama matsnawi.
Aku hanya seorang pemimpi yang memimpikan cinta
Bagai cinta Ulysses pada sang pujaan hati.
Tapi aku kan slalu mendengarkan suara hati
Yang selalu mengingatkanku akan diri
Yang pernah terucap dalam satu janji.
Aku mencintaimu hingga sekerat hati ini mati...
Berganti dengan angin malam
Yang menusuk tulang dalam
Temaram tanpa bintang.
Dan disebelah barat sana,
Terdengar suara rebana
Sayup-sayup mengalunkan pujian
Pada Sang Penguasa Alam.
Neng Sri,..aku rindu pada pertemuan
Pertama di pinggir kolam
saat kita memancing ikan.
Biarlah aku tak cukup pintar
Untuk paham bait-bait rubaiyat Omar Kayam.
Biarlah aku tak pernah memiliki kesadaran
Seperti kesadaran Carl Gustav Jung
Dan biarlah aku tak pernah bisa mabuk
Semabuk Rumi ketika terbang bersama matsnawi.
Aku hanya seorang pemimpi yang memimpikan cinta
Bagai cinta Ulysses pada sang pujaan hati.
Tapi aku kan slalu mendengarkan suara hati
Yang selalu mengingatkanku akan diri
Yang pernah terucap dalam satu janji.
Aku mencintaimu hingga sekerat hati ini mati...
Sabtu, 05 Maret 2011
KONTEMPLASI
Kalimat-ku terhempas bagai buih pantai yang meranggas
Pada tepian pantai di Batu Karas.
Kata-kata-ku bukanlah kata-kata sakti bagaikan mantera.
Kata-kata-ku terkadang begitu gelisah
bagaikan burung yang kehilangan sangkarnya.
Huruf-huruf-ku bagaikan bayi-bayi yang keluar membuyar
Tanpa pernah dapat ku-hindar.
Biarlah sunyi sesaat menuai arti, demi tercerahkan hati.
Oh,..secawan anggur ini memabukkan ku
Pada cinta yang terjal menggapai.
Mungkin aku salah melihat,
Mungkin aku salah mendengar.
Mungkin aku salah membaca pada setiap pohon
Yang tertanam indah ditanah pada urat pantai.
Atau mungkin helai-helai daun yang jatuh
selalu menyembunyikan kisah.
Gunung nun jauh begitu angkuh merengkuh.
Merengkuh setiap badai yang datang menyentuh.
Meminum setiap air yang turun dari langit jauh.
Mengucap salam pada sauh-sauh yang hendak berlayar jauh.
Resah dan gelisah karena bara menyisakan kisah
Pada angin yang membelai sawah-sawah.
Smoga bulir kembali tumbuh dan merekah.
Memenuhi harap yang slalu membuncah...
Kamis, 03 Maret 2011
KETIKA SIANG BERGANTI MALAM
Kau adalah saat ketika sang raja enggan terlihat.
Keceriaanmu tergambar ketika putri malam
Melebarkan kanvasnya yang indah nan cemerlang.
Bintang-bintang bernyanyi layaknya
Paduan suara yang menyampaikan arti.
Saat semua makhluk terlelap,
maka Rabiah pun naik ke puncak atap,
menunaikan segala hasrat, keluh kesah dan cinta
yang menggelora pada Sang Penguasa Jagat.
Sementara, sebagian lain mungkin asyik bergembira
bersama lampu dan kerlap-kerlip semu.
Sebagian lain mungkin mati terlelap setelah tuntaskan
hajat di pundak yang membelenggu dan berat.
Mungkin juga dibagian lain menghadirkan khusyuk
memanjatkan munajat tuk tuai asa yang menjerat.
Dan kunang-kunang pun kembali ke pangkuan inang.
Bintang-bintang terlihat lunglai kecapaian.
Dirimu sekarat dan penuh karat
Karena sang waktu telah merapat…
Sabtu, 26 Februari 2011
Transendent
Disini gelisah tanpa kisah
Disini tenang tanpa waktu dan ruang
Ketika gelisah dan tenang
Bagikan siang dan malam.
Segala jawhar berputar melingkar
Tak peduli ia kecil ataupun besar
Berputar pada garis edar
Berpendar vertikal dan horizontal
Yang terlihat adalah takdir-Nya
Yang tak terlihat adalah rahasia-Nya
Yang membalikkan malam pada siang-Nya.
Teguhkan iman dan kokohkan keyakinan
Agar jelas bathin memandang..
Rabu, 23 Februari 2011
KETIKA NAFSU BAGAI KUDA LIAR ,....
Bibir-ku gemetar menahan
sumpah serapah yang tak tertahankan
Kesadaran-ku hilang bagai tetes air
Di padang sahara yang gersang.
Dada-ku berdebar bagai kuda liar
Yang keluar dari pacuan perlombaan
Terbayang tubuh indah-mu dalam fikiran,
Tercium aroma tubuh-mu yang
merangsang dan memabukkan,
Teringat desah nafas-mu
kala bulu kuduk-mu meremang
Geliat-mu yang mengantar-ku
pada awang-awang,..oh.
Hijau-merah, hijau-merah, hijau-merah…!
Setitik cahaya menampak dalam
Ujung mata, ku bangkit berdiri
Dan ku ambil air suci.
Ku basuh diri dalam sabda dan persaksian ilahi.
Hening, sepi, aku memang sedang sendiri.
Menyadari kekhilafan yang mungkin terjadi
Menggapai lautan maaf Yang Maha Hidup
dan Berdiri Sendiri..
sumpah serapah yang tak tertahankan
Kesadaran-ku hilang bagai tetes air
Di padang sahara yang gersang.
Dada-ku berdebar bagai kuda liar
Yang keluar dari pacuan perlombaan
Terbayang tubuh indah-mu dalam fikiran,
Tercium aroma tubuh-mu yang
merangsang dan memabukkan,
Teringat desah nafas-mu
kala bulu kuduk-mu meremang
Geliat-mu yang mengantar-ku
pada awang-awang,..oh.
Hijau-merah, hijau-merah, hijau-merah…!
Setitik cahaya menampak dalam
Ujung mata, ku bangkit berdiri
Dan ku ambil air suci.
Ku basuh diri dalam sabda dan persaksian ilahi.
Hening, sepi, aku memang sedang sendiri.
Menyadari kekhilafan yang mungkin terjadi
Menggapai lautan maaf Yang Maha Hidup
dan Berdiri Sendiri..
Senin, 31 Januari 2011
PUISI ANGIN
Hembusan nafas mu
pada awan di kayangan
membuat mereka
saling bercumbu
dan melahirkan hujan
Geliat tarian mu
membelai ranting dan dahan,
memadu cinta putik dan benang
walau dirimu tak tersaksikan
Kau lempar debu ke udara
Kau terjang bahtera di samudera
Kau perintah bara yang menyala
Bila dirimu datang murka
Kamis, 27 Januari 2011
HAKIKAT (sebuah opini)
Ketika kita mendengar kata hakikat maka umumnya yang terbayang adalah sesuatu yang menunjukkan keutamaan, ketinggian dari sesuatu yang lain. Umumnya dipahami bahwa hakikat yang berkaitan dengan manusia adalah berkaitan dengan jiwa atau ruh sebagaimana pendapat-pendapat yang berkembang baik dari sisi agama maupun filsafat. Tapi bagaimanakah sesuatu dikatakan lebih utama dari suatu yang lain bila keberadaannya tidak muncul ke permukaan dalam bentuk laku tertentu?
Bagaimana kita tahu akan inner beauty bila keberadaannya tidak bisa kita saksikan ataupun kita dengar?, Bukankah kesempurnaan jiwa dan ruh seseorang termanifestasikan dalam wujud perbuatan dan perkataan yang disimbolkan secara lahiriah?.
Sebagai contoh adalah keutamaan seorang penari dan kesempurnaan tariannya akan tampak atau tersaksikan manakala penari tersebut dapat menarikan sebuah tarian yang indah dan cantik yang mengakibatkan kekaguman orang yang menyaksikannya walaupun dari sisi lahiriah tertentu penari tersebut tidaklah begitu cantik misalnya, atau misalkan seorang penyair yang sedang membawakan sebuah syair sehingga orang yang mendengar dan menyaksikan bagaikan tersihir.
Bukankah akibat berkaitan dengan sebab?, jika sebab dihilangkan maka akibat tidak akan muncul. Dan menurut saya akibat yang bisa muncul secara mandiri tanpa harus melihat pada keberadaan sebab semata-mata mutlak hanya perbuatan Tuhan saja atau segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan keagungan-Nya.
Maka opini saya yang dikatakan dengan hakikat manusia adalah adanya integrasi yang sempurna, selaras, dan seimbang dari ketiga unsur yaitu jasmani, akal, dan ruhani. Dan hakikat manusia menurut saya adalah hasil dari integrasi yang sempurna dari ketiga unsur tersebut, dan kesempurnaan tertinggi yang pernah ada pada manusia adalah pada para kekasih-Nya.
Maka hakikat terkesan ada tapi tidak ada, tidak ada tapi ada.
by: agus
Bagaimana kita tahu akan inner beauty bila keberadaannya tidak bisa kita saksikan ataupun kita dengar?, Bukankah kesempurnaan jiwa dan ruh seseorang termanifestasikan dalam wujud perbuatan dan perkataan yang disimbolkan secara lahiriah?.
Sebagai contoh adalah keutamaan seorang penari dan kesempurnaan tariannya akan tampak atau tersaksikan manakala penari tersebut dapat menarikan sebuah tarian yang indah dan cantik yang mengakibatkan kekaguman orang yang menyaksikannya walaupun dari sisi lahiriah tertentu penari tersebut tidaklah begitu cantik misalnya, atau misalkan seorang penyair yang sedang membawakan sebuah syair sehingga orang yang mendengar dan menyaksikan bagaikan tersihir.
Bukankah akibat berkaitan dengan sebab?, jika sebab dihilangkan maka akibat tidak akan muncul. Dan menurut saya akibat yang bisa muncul secara mandiri tanpa harus melihat pada keberadaan sebab semata-mata mutlak hanya perbuatan Tuhan saja atau segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan keagungan-Nya.
Maka opini saya yang dikatakan dengan hakikat manusia adalah adanya integrasi yang sempurna, selaras, dan seimbang dari ketiga unsur yaitu jasmani, akal, dan ruhani. Dan hakikat manusia menurut saya adalah hasil dari integrasi yang sempurna dari ketiga unsur tersebut, dan kesempurnaan tertinggi yang pernah ada pada manusia adalah pada para kekasih-Nya.
Maka hakikat terkesan ada tapi tidak ada, tidak ada tapi ada.
by: agus
Langganan:
Komentar (Atom)

