Kalimat-ku terhempas bagai buih pantai yang meranggas
Pada tepian pantai di Batu Karas.
Kata-kata-ku bukanlah kata-kata sakti bagaikan mantera.
Kata-kata-ku terkadang begitu gelisah
bagaikan burung yang kehilangan sangkarnya.
Huruf-huruf-ku bagaikan bayi-bayi yang keluar membuyar
Tanpa pernah dapat ku-hindar.
Biarlah sunyi sesaat menuai arti, demi tercerahkan hati.
Oh,..secawan anggur ini memabukkan ku
Pada cinta yang terjal menggapai.
Mungkin aku salah melihat,
Mungkin aku salah mendengar.
Mungkin aku salah membaca pada setiap pohon
Yang tertanam indah ditanah pada urat pantai.
Atau mungkin helai-helai daun yang jatuh
selalu menyembunyikan kisah.
Gunung nun jauh begitu angkuh merengkuh.
Merengkuh setiap badai yang datang menyentuh.
Meminum setiap air yang turun dari langit jauh.
Mengucap salam pada sauh-sauh yang hendak berlayar jauh.
Resah dan gelisah karena bara menyisakan kisah
Pada angin yang membelai sawah-sawah.
Smoga bulir kembali tumbuh dan merekah.
Memenuhi harap yang slalu membuncah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar