Pernahkah kita merenungkan bahwa apa yang kita
yakini ini benar, menuju kebenaran, mendekati kebenaran, atau malah sudah
benar?.
Pernahkan kita menanyakan pada diri kita bahwa
apa yang kita lihat dan kita dengar adalah benar adanya?
Pernahkan kita berfikir bahwa apa yang kita
fikirkan adalah benar adanya?
Dan pernahkah kita merenenungkan, menanyakan
pada diri sendiri, dan memikirkan bahwa apa yang kita lakukan oleh jasad kita,
otak kita, dan hati kita adalah benar adanya sedikitnya dalam 24 jam?
Anggaplah jawabnnya adalah YA SAYA ADA DALAM
KEBENARAN, lantas apa yang akan dan harus di lakukan?
Apakah kita hanya stagnant, diam di tempat dan
menolak segala perubahan, tidak melakukan gerakan dan pergerakan? Mencoba
menentang arus yang seharusnya adalah menaklukannya?
Apakah pertanyaan-pertanya an ini akan
menyebabkan seseorang di cap menjadi tidak PERCAYA DIRI?, lantas timbul
pertanyaan berikutnya, apakah yang di sebut dengan percaya diri itu? yang kalo
bahasa orang kulon adalah SELF ESTEEM katanya.
Bagaimana bila ternyata jawabannya adalah,
oh..ternyata saya meragukan bahwa apa yang selama ini saya yakini, saya
fikirkan, dan saya lakukan mungkin belum berada pada KEADAAN dan KEDUDUKAN YANG
BENAR!
Bagaimana bila suatu saat terbukti bukan hanya
ragu tapi benar-banar belum berada pada kedudukan dan keadaan yang benar?
Bagaimana bila yang kita pakai dan atau gunakan,
yang kita tulis dan atau katakan, dan yang kita fikir dan atau yakini ternyata
SALAH !?
Subhanallahu 'amma yashifun.
Bagaimana jika,..bagaimana jika,.....dst.
Apatah perlu kita ini merekontruksi diri kita?
(bukan cuma sekedar bangunan dan atau tatanan kota) dan juga merevolusi pikiran
dan keyakinan kita? (bukan cuma pemerintahan baik dalam tatanan konsep ataupun
praksis)
Ya Tuhan kami, bukankah Engkau tempatkan kami
diantara dua buah titik yang dihubungkan bagai oleh sebuah garis.
Ya Tuhan kami, bukankah kami hanya bergerak
sedangkan Engkaulah yang mempergerakkan.
Ya Tuhan kami, mengapa segala sesuatu harus
berubah dan terjadi perubahan.
Mungkin pertanyaan-pertanya an di atas hanyalah
sebuah retorika semata..
Bukankah berputar/bergerakny a Bumi, Bulan, dan
Matahari oleh-Nya menyebabkan adanya gerakan dan atau kehidupan bagi yang lain.
Tidakkah kita mengetahui bahwa sebenarnya ada
pengaruh cahaya Bulan pada gerakan air sehingga menjadi mengalir walaupun ada
air yang terkesan diam di tempat atau tidak bergerak yang sejatinya adalah
tetap bergerak bila tidak keatas ya ke bawah?...dan ternyata disitulah
perbedaannya antara yang mau bergerak dan digerakkan dengan yang tidak?..
Adakah semua ini menyebabkan saya terjatuh pada
KEADAAN dan KEDUDUKAN hampa alias tanpa keyakinan dan kepercayaan? ..toh seorang
Hujatul Islam pun harus kembali menata diri dengan menanyakan secara jujur pada
diri sendiri dan kembali kepada-Nya dalam keadaan membaca kitab-kitab
kekasih-Nya.
Wassalam.
Agus Safudi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar