Jumat, 20 November 2009

ISLAM DAN BUDAYA LOKAL

Cukup banyak tulisan-tulisan mengenai Islam dan Budaya, bahkan ada yang menambahkan sebagai Dialektika yang belum selesai,..dan mungkin memang tidak akan pernah selesai. Dalam mkesempatan ini yang akan disoroti adalah mengenai Budaya dan Tradisi yang berlangsung di jazirab Arab khusunya di Saudi Arabia dalam scope kecil sebagi bagian dari catatan sebuah perjalanan.
Wassalam.
·         (Catatan Sebuah Perjalanan, Bag I)
Islam adalah sebuah tatanan kehidupan yang lengkap, yang sempurna, atau comprehensive, karena Islam mengatur dari hal-hal yang kecil sampai pada hal-hal yang besar walaupun tidak semua hal secara detail tersuratkan. Kesempurnaan Islam ini tersurat pada Surat Al-Maidah sebagai berikut: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (Al-Maaidah: 3)

Walaupun Islam adalah agama yang sempurna tetapi dalam implementasi kehidupan sehari-hari memang terkadang diperlukan penafsiran atau penakwilan dalam kaidah-kaidah tertentu, karena tidak semua ayat-ayat yang terdapat dalam naskah tekstual al-Quran sebagai kitab suci dari agama Islam adalah ayat-ayat muhkamat dan pada ayat-ayat yang masuk kategori terang dan jelas inipun dalam hal praksis dilapangan terkadang tetap masih membutuhkan penjelasan sehingga dialektika yang terjadi tidak mengarah pada pengaburan dari makna yang sebenarnya terkandung dalam ayat-ayat tersebut . Perlunya hal ini dilakukan karena untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman, bukan zaman yang dipaksakan masuk dalam pemahaman dan tafsiran yang pernah ada dari ayat-ayat tersebut tetapi justru naskah tekstual yang ada yang harus dipahami dalam konteks kekinian. Dengan meletakkan pola pemikiran seperti ini, maka apa yang tersurat dan tersirat dalam al-Quran sebagai kitab suci agama Islam yang berlaku dan sesuai dengan perkembangan zaman akan tercerminkan dalam kehidupan Islam itu sendiri. Selain itu juga ada kaidah yang menyatakan bahwa manusia adalah makhluk pada zamannya, maka kapanpun dan dimanapun manusia berada Islam akan tetap bias diandalkan sebagai solusi dalam menapaki kehidupan degnan al-Quran sebagai Standar Operating Procedure nya.

Dalam sisi lain, Budaya merupakan produk pemikiran manusia yang terkait dengan tata cara kehidupan masyarakat pada saat tertentu, tata cara peribadatan, system nilai yang di anut, kebiasaan dan tradisi yang di jalankan, dll.

Definisi mengenai budaya ini memang sangat banyak sehingga ada kesan terkadang pengertian dalam tataran konsep seolah – olah berbeda dengan pengertian dalam tataran praksis karena begitu banyaknya dialektika yang terjadi sebagaimana juga dalam Islam.

Dalam konteks Islam dan Budaya ini definisi mengenai budaya yang dipakai penulis ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu: “Budaya adalah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar untuk diubah. Dengan demikian budaya menurut bahasa sehari-harinya adalah suatu kebiasaan, adat istiadat dan suatu kegiatan manusia yang dilakukan secara terus-menerus tanpa hentinya sampai kapanpun yang intinya sesuatu yang dilakukan dalam jangka yang panjang”.

Islam berasal dari kata Salama, Taslimu, Salman,..dst Islam, dan ini berasal dari perkataan-Nya yang diturunkan dalam bentuk al-Quran. Sedangkan Budaya berasal dari kata Budi dan Daya dimana didalamnya terdapat produk pemikiran manusia. Kemudian mungkin akan timbul pertanyaan, layakkah sesuatu yang berasal dari Allah di sandingkan dengan hasil olah pikir makhluk yaitu manusia.
Sebelum menjawab hal tersebut, mari kita mundur ke belakang empat belas abad yang lalu untuk mengetahui adakah keterkaitan antara Islam melalui al-Quran ini dengan Budaya.

InsyaAllah berlanjut.
Wasalam.
a.s.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar