Kata Ilalang banyak sekali dipergunakan, baik dalam puisi, lagu, bahka...n dalam sineas berupa sinetron, film dan lain sebagainya. Selain itu, kata Ilalang juga seringkali dipergunkan sebagai suatu perumpamaan yang menggambarkan tentang sesuatu baik berupa keadaan ataupun sifat dari sesuatu.
Sebenarnya apakah Ilalang atau Alang-alang itu? Ilalang atau yang juga dikenal dengan sebutan Alang-alang adalah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian.
Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan dan mengganggu.
Suatu ketika terjadi dialog antara Ilalang dengan Tuhan sebagai penciptanya
Ilalang: wahai Tuhan, mengapa kau jadikan aku ilalang?
Tuhan : wahai ilalang, Ku jadikan kau ilalang karena Aku lebih mengetahui apa yang Aku ciptakan.
Ilalang: wahai Tuhan, mengapa tak kau jadikan aku seperti padi yang bisa mengenyangkan manusia dengan memakan bulirnya?
Tuhan: wahai ilalang, dirimu memang tidak bisa mengenyangkan bila manusia memakannya, tapi dirimu bisa menyembuhkan bila manusia sakit karena makanan.
Ilalang: wahai Tuhan, mengapa tak kau jadikan aku layaknya bunga dengan warna-warni yang indah dipandang mata?
Tuhan : wahai ilalang, kuberikan hikmah kepadamu walaupun pada dirmu tiada keindahan bagi manusia yang mau memikirkannya.
Ilalang : wahai Tuhan, mengapa manusia tidak mau memberiku makanan bahkan justru memberiku racun agar aku musnah, sementara pada yang lain mereka memelihara dan memberikannya makanan?.
Tuhan : wahai Ilalang, kusediakan kau makanan yang tersebar luas di permukaan bumi ini walau manusia tak memberikannya pada mu.
Ilalang : wahai Tuhan, mengapa Kau jadikan aku ilalang yang terkadang manusia membenciku dengan membakarnya bila aku tumbuh di atas tanah-tanah mereka?
Tuhan : wahai ilalang, seribu kali manusia membakarmu, maka seribu kali kamu akan cepat tumbuh kembali dimana saja tanpa harus terikat dan dibatasi oleh girik, kohir dan sertifikat.
Ilalang : wahai Tuhan, mengapa kau jadikan aku ilalang yang menurut manusia menghalangi keindahan pandangan?
Tuhan : wahai ilalang, keindahan pada pandangan hanyalah sebuah bayangan semu yang terkadang menipu keadaan.
Ilalang : wahai Tuhan, kini aku paham mengapa Kau jadikan aku ilalang.
Tuhan : wahai ilalang, sesungguhnya tiada yang sia-sia semua yang Aku ciptakan di permukaan bumi ini, kini kau memahaminya ilalang.
Sebenarnya apakah Ilalang atau Alang-alang itu? Ilalang atau yang juga dikenal dengan sebutan Alang-alang adalah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian.
Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan dan mengganggu.
Suatu ketika terjadi dialog antara Ilalang dengan Tuhan sebagai penciptanya
Ilalang: wahai Tuhan, mengapa kau jadikan aku ilalang?
Tuhan : wahai ilalang, Ku jadikan kau ilalang karena Aku lebih mengetahui apa yang Aku ciptakan.
Ilalang: wahai Tuhan, mengapa tak kau jadikan aku seperti padi yang bisa mengenyangkan manusia dengan memakan bulirnya?
Tuhan: wahai ilalang, dirimu memang tidak bisa mengenyangkan bila manusia memakannya, tapi dirimu bisa menyembuhkan bila manusia sakit karena makanan.
Ilalang: wahai Tuhan, mengapa tak kau jadikan aku layaknya bunga dengan warna-warni yang indah dipandang mata?
Tuhan : wahai ilalang, kuberikan hikmah kepadamu walaupun pada dirmu tiada keindahan bagi manusia yang mau memikirkannya.
Ilalang : wahai Tuhan, mengapa manusia tidak mau memberiku makanan bahkan justru memberiku racun agar aku musnah, sementara pada yang lain mereka memelihara dan memberikannya makanan?.
Tuhan : wahai Ilalang, kusediakan kau makanan yang tersebar luas di permukaan bumi ini walau manusia tak memberikannya pada mu.
Ilalang : wahai Tuhan, mengapa Kau jadikan aku ilalang yang terkadang manusia membenciku dengan membakarnya bila aku tumbuh di atas tanah-tanah mereka?
Tuhan : wahai ilalang, seribu kali manusia membakarmu, maka seribu kali kamu akan cepat tumbuh kembali dimana saja tanpa harus terikat dan dibatasi oleh girik, kohir dan sertifikat.
Ilalang : wahai Tuhan, mengapa kau jadikan aku ilalang yang menurut manusia menghalangi keindahan pandangan?
Tuhan : wahai ilalang, keindahan pada pandangan hanyalah sebuah bayangan semu yang terkadang menipu keadaan.
Ilalang : wahai Tuhan, kini aku paham mengapa Kau jadikan aku ilalang.
Tuhan : wahai ilalang, sesungguhnya tiada yang sia-sia semua yang Aku ciptakan di permukaan bumi ini, kini kau memahaminya ilalang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar