
Kau sering memintaku membacakan buku cerita sebelum kau lelap teridur di pangkuan.
Baik cerita si kancil yang nakal, srigala yang culas, ataupun beruang dan orang hutan.
Kau dengarkan ceritaku lembar-demi lembar dari fable yang aku bacakan.
Dan kau pun selalu tertawa ketika hal lucu tersampaikan.
Oh,..bahagianya aku seorang ayah yang memiliki gadis kecil dengan bola mata yang slalu berbinar
serta kata-kata lucu dari mulut mungil yang slalu keluar.
Terkadang kau berlenggak-lengok di depanku dengan kelucuan seorang bocah kecil yang menggoda.
Atau kau tari-kan dan tirukan goyang ngebor layak nya seorang penyanyi yang pada waktu itu sedang terkenal,
Sambil kau gunakan gincu merah ibumu tanpa ketahuan dengan bibir mungil yang blepotan.
Kau gunakan sepatu dan baju ibumu dan kau peragakannya di depan ku sambil tertawa cekikikan.
Hahahahaha,…..sebuah hiburan keluarga yang tak kan pernah terlupa ketika jarak memisahkan kita.
Kadang aku sangat berharap padamu agar kelak menjadi wanita yang sebenarnya,
Tanpa harus kau buang lemah lembut mu, kepekaan perasaanmu, keluwesanmu dalam bertutur kata,
Ketinggian budi pekertimu, dan juga kecantikan dan kesucian mu sebagai seorang wanita.
Tapi kau juga harus tegar, pintar, dan terus belajar selama dunia masih berputar.
Karena hidup adalah pembelajaran yang tak kan pernah usai,
Sampai batas waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.
Aku sering berkata jadilah kau seorang gubernur jangan hanya jadi istri gubernur,
Dilain waktu aku berkata jadilah kau seorang dokter jangan hanya jadi istri dokter.
Mungkin kau ingin menjadi seorang engineer, atau mungkin kau malah ingin jadi seorang entrepreneur .
Apapun itu aku akan mendukungmu smoga terwujud keiinginan dan cita-citamu.
Tapi yang terpenting gadis kecilku,.aku akan selalu ada ketika dirimu dalam nestapa.
Aku akan membimbingmu dengan lembut dan penuh kasih ketika kau harus tertatih
Aku juga akan menjadi penawar lara ketika kau terluka ataupun dalam derita.
Pundakku masih cukup tegar ketika harus menopangmu saat airmatamu harus menetes basah.
Kata-kataku akan slalu terucap ketika dirimu membutuhkannya.
Sebagai wanita mungkin kau akan mengedepankan rasa,
Tapi kau pun harus pandai dalam logika,
Karena logika dibutuhkan dalam kehidupan didunia.
Sementara rasa dihukumi oleh syara,
Maka kaupun harus paham akan hal agama.
….Gadis kecilku,…beritahu aku bila telah ada seseorang yang mengungkapkan rasa padamu,
Karena kau akan tetap jadi gadis kecilku walaupun kau telah menjadi wanita yang lebih tinggi dari ku.
