Sabtu, 26 Februari 2011

Transendent




Disini gelisah tanpa kisah
Disini tenang tanpa waktu dan ruang
Ketika gelisah dan tenang
Bagikan siang dan malam.

Segala jawhar berputar melingkar
Tak peduli ia kecil ataupun besar
Berputar pada garis edar
Berpendar vertikal dan horizontal

Yang terlihat adalah takdir-Nya
Yang tak terlihat adalah rahasia-Nya
Yang membalikkan malam pada siang-Nya.
Teguhkan iman dan kokohkan keyakinan
Agar jelas bathin memandang..

Rabu, 23 Februari 2011

KETIKA NAFSU BAGAI KUDA LIAR ,....

Bibir-ku gemetar menahan
sumpah serapah yang tak tertahankan
Kesadaran-ku hilang bagai tetes air
Di padang sahara yang gersang.
Dada-ku berdebar bagai kuda liar
Yang keluar dari pacuan perlombaan

Terbayang tubuh indah-mu dalam fikiran,
Tercium aroma tubuh-mu yang
merangsang dan memabukkan,
Teringat  desah nafas-mu
kala bulu kuduk-mu meremang
Geliat-mu yang mengantar-ku
pada awang-awang,..oh.

Hijau-merah, hijau-merah, hijau-merah…!

Setitik cahaya menampak dalam
Ujung mata, ku bangkit berdiri
Dan ku ambil air suci.
Ku basuh diri dalam sabda dan persaksian ilahi.

Hening,    sepi,   aku memang sedang sendiri.
Menyadari kekhilafan yang mungkin terjadi
Menggapai lautan maaf Yang Maha Hidup
dan Berdiri Sendiri..