Senin, 31 Januari 2011

PUISI ANGIN


Hembusan nafas mu
pada awan di kayangan
membuat mereka
saling bercumbu
dan melahirkan hujan

Geliat tarian mu
membelai ranting dan dahan,
memadu cinta putik dan benang
walau dirimu tak tersaksikan

Kau lempar debu ke udara
Kau terjang bahtera di samudera
Kau perintah bara yang menyala
Bila dirimu datang murka

Kamis, 27 Januari 2011

HAKIKAT (sebuah opini)

Ketika kita mendengar kata hakikat maka umumnya yang terbayang adalah sesuatu yang menunjukkan keutamaan, ketinggian dari sesuatu yang lain. Umumnya dipahami bahwa hakikat yang berkaitan dengan manusia adalah berkaitan dengan jiwa atau ruh sebagaimana pendapat-pendapat yang berkembang baik dari sisi agama maupun filsafat. Tapi bagaimanakah sesuatu dikatakan lebih utama dari suatu yang lain bila keberadaannya tidak muncul ke permukaan dalam bentuk laku tertentu?

Bagaimana kita tahu akan inner beauty bila keberadaannya tidak bisa kita saksikan ataupun kita dengar?, Bukankah kesempurnaan jiwa dan ruh seseorang termanifestasikan dalam wujud perbuatan dan perkataan yang disimbolkan secara lahiriah?.
Sebagai contoh adalah keutamaan seorang penari dan kesempurnaan tariannya akan tampak atau tersaksikan manakala penari tersebut dapat menarikan sebuah tarian yang indah dan cantik yang mengakibatkan kekaguman orang yang menyaksikannya walaupun dari sisi lahiriah tertentu penari tersebut tidaklah begitu cantik misalnya, atau misalkan seorang penyair yang sedang membawakan sebuah syair sehingga orang yang mendengar dan menyaksikan bagaikan tersihir.

Bukankah akibat berkaitan dengan sebab?, jika sebab dihilangkan maka akibat tidak akan muncul. Dan menurut saya akibat yang bisa muncul secara mandiri tanpa harus melihat pada keberadaan sebab semata-mata mutlak hanya perbuatan Tuhan saja atau segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan keagungan-Nya.

Maka opini saya yang dikatakan dengan hakikat manusia adalah adanya integrasi yang sempurna, selaras, dan seimbang dari ketiga unsur yaitu jasmani, akal, dan ruhani. Dan hakikat manusia menurut saya adalah hasil dari integrasi yang sempurna dari ketiga unsur tersebut, dan kesempurnaan tertinggi yang pernah ada pada manusia adalah pada para kekasih-Nya.
Maka hakikat terkesan ada tapi tidak ada, tidak ada tapi ada.





by: agus

Minggu, 09 Januari 2011

WARANGGANA


Panas terik membakar tubuhku
Asap dan debu menyatu membasahi
Dada waranggana yang tengah  bergoyang
Menarikan tarian kehidupan
Dalam pertunjukan ronggeng mayapada.

Dan diujung seberang jalan,
turangga menungguku
tuk mengantarkan ku pulang
ke negeri impian
bila senja telah menjelang.

Segenggam asa,
sebongkah cinta
Menyatu dalam cita dan karsa
Sirnakan lara dalam melodi tanpa suara.

Gadis kecil  tersenyum manis
Memainkan harpa mendendangkan
Kawih pujian, dalam syair yang
Hampir hilang ditelan kehidupan.

Aku memainkan tarian kehidupan
Tarian penghambaan pada pencipta alam
Sebagai zikir pada penguasa alam
Agar menyatu dalam qudrat dan iradat-Nya.