Kugenggam erat
kemesraan rahasia antara kita
Diantara pedih, perih menghujam.
Tapi tak mungkin aku melupakan.
Jidatku smakin menghitam
begitu banyak yang ku pikirkan
Air mata telah mengering
karena takut ditinggalkan
Oh, mungkinkah perahu kan karam
tanpa pernah sampai tujuan
Dimanakah dirimu?
Kusimpan rapat
rahasia ku dengan mu
tanpa harus tercium
Oleh para makhluk yang berniat
Kudekap erat harap yang menjerat
walau penat dan berat
Tapi badan ini tetap harus beranjak.
Kudatangi awan
kusinggahi malam
kuteriaki rembulan
Dimanakah diri mu?
Malam semakin kelam
Dewi malam enggan hadir di Kayangan
Anak kumbang kembali ke pangkuan Inang
Mungkinkah pembawa pesan telah datang...
(Jakarta)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar