Rabu, 23 Februari 2011

KETIKA NAFSU BAGAI KUDA LIAR ,....

Bibir-ku gemetar menahan
sumpah serapah yang tak tertahankan
Kesadaran-ku hilang bagai tetes air
Di padang sahara yang gersang.
Dada-ku berdebar bagai kuda liar
Yang keluar dari pacuan perlombaan

Terbayang tubuh indah-mu dalam fikiran,
Tercium aroma tubuh-mu yang
merangsang dan memabukkan,
Teringat  desah nafas-mu
kala bulu kuduk-mu meremang
Geliat-mu yang mengantar-ku
pada awang-awang,..oh.

Hijau-merah, hijau-merah, hijau-merah…!

Setitik cahaya menampak dalam
Ujung mata, ku bangkit berdiri
Dan ku ambil air suci.
Ku basuh diri dalam sabda dan persaksian ilahi.

Hening,    sepi,   aku memang sedang sendiri.
Menyadari kekhilafan yang mungkin terjadi
Menggapai lautan maaf Yang Maha Hidup
dan Berdiri Sendiri..

Senin, 31 Januari 2011

PUISI ANGIN


Hembusan nafas mu
pada awan di kayangan
membuat mereka
saling bercumbu
dan melahirkan hujan

Geliat tarian mu
membelai ranting dan dahan,
memadu cinta putik dan benang
walau dirimu tak tersaksikan

Kau lempar debu ke udara
Kau terjang bahtera di samudera
Kau perintah bara yang menyala
Bila dirimu datang murka

Kamis, 27 Januari 2011

HAKIKAT (sebuah opini)

Ketika kita mendengar kata hakikat maka umumnya yang terbayang adalah sesuatu yang menunjukkan keutamaan, ketinggian dari sesuatu yang lain. Umumnya dipahami bahwa hakikat yang berkaitan dengan manusia adalah berkaitan dengan jiwa atau ruh sebagaimana pendapat-pendapat yang berkembang baik dari sisi agama maupun filsafat. Tapi bagaimanakah sesuatu dikatakan lebih utama dari suatu yang lain bila keberadaannya tidak muncul ke permukaan dalam bentuk laku tertentu?

Bagaimana kita tahu akan inner beauty bila keberadaannya tidak bisa kita saksikan ataupun kita dengar?, Bukankah kesempurnaan jiwa dan ruh seseorang termanifestasikan dalam wujud perbuatan dan perkataan yang disimbolkan secara lahiriah?.
Sebagai contoh adalah keutamaan seorang penari dan kesempurnaan tariannya akan tampak atau tersaksikan manakala penari tersebut dapat menarikan sebuah tarian yang indah dan cantik yang mengakibatkan kekaguman orang yang menyaksikannya walaupun dari sisi lahiriah tertentu penari tersebut tidaklah begitu cantik misalnya, atau misalkan seorang penyair yang sedang membawakan sebuah syair sehingga orang yang mendengar dan menyaksikan bagaikan tersihir.

Bukankah akibat berkaitan dengan sebab?, jika sebab dihilangkan maka akibat tidak akan muncul. Dan menurut saya akibat yang bisa muncul secara mandiri tanpa harus melihat pada keberadaan sebab semata-mata mutlak hanya perbuatan Tuhan saja atau segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan keagungan-Nya.

Maka opini saya yang dikatakan dengan hakikat manusia adalah adanya integrasi yang sempurna, selaras, dan seimbang dari ketiga unsur yaitu jasmani, akal, dan ruhani. Dan hakikat manusia menurut saya adalah hasil dari integrasi yang sempurna dari ketiga unsur tersebut, dan kesempurnaan tertinggi yang pernah ada pada manusia adalah pada para kekasih-Nya.
Maka hakikat terkesan ada tapi tidak ada, tidak ada tapi ada.





by: agus

Minggu, 09 Januari 2011

WARANGGANA


Panas terik membakar tubuhku
Asap dan debu menyatu membasahi
Dada waranggana yang tengah  bergoyang
Menarikan tarian kehidupan
Dalam pertunjukan ronggeng mayapada.

Dan diujung seberang jalan,
turangga menungguku
tuk mengantarkan ku pulang
ke negeri impian
bila senja telah menjelang.

Segenggam asa,
sebongkah cinta
Menyatu dalam cita dan karsa
Sirnakan lara dalam melodi tanpa suara.

Gadis kecil  tersenyum manis
Memainkan harpa mendendangkan
Kawih pujian, dalam syair yang
Hampir hilang ditelan kehidupan.

Aku memainkan tarian kehidupan
Tarian penghambaan pada pencipta alam
Sebagai zikir pada penguasa alam
Agar menyatu dalam qudrat dan iradat-Nya.
 

Jumat, 24 Desember 2010

KAMU TIDAK SENDIRI




Ketika orang-orang di sekitar mu
tertawa sementara kamu
merasa sedih maka
Kamu sedang sendiri.

Ketika orang-orang di sekeliling mu
Berkata-kata sementara kamu
Tidak mengerti maka
Kamu sedang sendiri.

Ketika semua orang bersuara
Sementara kamu bungkam
Seribu bahasa maka
Kamu sedang sendiri.

Malam yang redup tanpa
Rembulan dan bintang,
Termangu tentang keberadaan
dalam kamar sempit tanpa cahaya dian.

Kamu tidak sendiri,
Kamu hanya sedang diamati
atau mungkin ditemani
oleh yang tersembunyi.

Tapi Tuhan slalu ada dalam hati...

Senin, 20 Desember 2010

SAJAK PEMULUNG


Aku adalah bagian terbuang
Yang tinggal dipinggiran
Atau mungkin dibentaran
Mungkin juga dianggap sampah urban.

Dari satu tempat sampah
Ke tempat sampah,
Dari satu pembuangan
Ke pembuangan.

Semoga menjadi berkah.
Selama tidak singgah
Di pekarangan rumah,
Hanya untuk menjarah.

(Jakarta, 21-12-10)
Agus

INI TENTANG PEREMPUAN

(menyambut hari Ibu)
















Ini cerita tentang perempuan
Begitu bayak hal menakjubkan
Walau terkadang sulit di cerna fikiran
Sejak nabi Adam dan anak-anaknya
Hingga sekarang.

Sebagian lelaki menempatkan
mu di belakang.
Sebagian lelaki lain menempatkan
mu di samping kanan.
Sebagian dirimu memposisikan
di garda depan.

Ini patung tentang perempuan
Dirimu perlambang  keindahan Tuhan
Pada tubuhmu terpahat symbol-simbol kehidupan.
Ketegaran mu terkadang bagai kan karang.
Walau dirimu tetap lembut penuh perasaan.
Jangan campurkan keindahan dan nafsu badan.

Ini kisah tentang perempuan
Banyak kaum adam tak dapat hidup
Tanpa perempuan.
Daud beristrikan seratus perempuan
Santo Josef  merasa iba pada sang perawan,
Bahkan terpenjara karena perempuan
Hitler ingin dirikan agama baru
Karena perempuan.
Cassanova  berbilang perempuan.
Walau Rabiah hanya mencinta Tuhan.
Bumi akan pudar dan mati tanpa perempuan
Ini tentang perempuan…

Kamis, 16 Desember 2010

PADA SEBUAH PERSIMPANGAN


Kugenggam erat
kemesraan rahasia antara kita
Diantara pedih, perih menghujam.
Tapi tak mungkin aku melupakan.

Jidatku smakin menghitam
begitu banyak yang ku pikirkan
Air mata telah mengering
karena takut ditinggalkan

Oh, mungkinkah perahu kan karam
tanpa pernah sampai tujuan
Dimanakah dirimu?

Kusimpan rapat
rahasia ku dengan mu
tanpa harus tercium
Oleh para makhluk yang berniat
Kudekap erat harap yang menjerat
walau penat dan berat
Tapi badan ini tetap harus beranjak.

Kudatangi awan
kusinggahi malam
kuteriaki rembulan
Dimanakah diri mu?

Malam semakin kelam
Dewi malam enggan hadir di Kayangan
Anak kumbang kembali ke pangkuan Inang
Mungkinkah pembawa pesan telah datang...

(Jakarta)

Jumat, 10 Desember 2010

DOA SEORANG MALING

Tuhan ku,
Malam ini ku kan pergi
Tapi bukan tuk mencari rizki
Hanya mengambil tanpa permisi.

Tuhan ku,
Malam ini ku kan beraksi
Agar perut perut kosong dapat terisi
Agar lapar dapat kusudahi.

Tuhan ku,
Jika aku sedang beraksi
Ingatkan aku untuk teliti
Agar aku bisa kembali
Sebelum fajar menghampiri.

Tuhan ku,
Malam ini ku kan pergi
Untuk yang pertama kali
Ntah ku kan kembali.

Rabu, 08 Desember 2010

TAWADHU SANG KESET

Bentukmu beraneka ragam,
bisa bulat, bisa juga segi empat,
atau mungkin belah ketupat.
Ukuran mu bermacam-macam,
ada setengah meter, satu meter,
atau malah bermeter-meter.

Kau mungkin diciptakan dari bahan terbuang
yang memang manusia sudah menganggap mu hilang,
melalui bisnis yang disebut daur ulang
ternyata kau menghasilkan uang.

Tempat mu memang dibawah,
ditaruh tanpa harus disanggah.
Karena fungsi mu guna menampung debu dan tanah
bisa juga mengeringkan cucian kaki yang basah,
sehingga bersih lantai tuan rumah.

Kau tak pernah menjerit karena sakit,
walau harus terjepit dan terhimpit.
Karena kau hanya sebuah keset
yang empunya pabrik bilang sodara tiri karpet.