Jumat, 24 Desember 2010

KAMU TIDAK SENDIRI




Ketika orang-orang di sekitar mu
tertawa sementara kamu
merasa sedih maka
Kamu sedang sendiri.

Ketika orang-orang di sekeliling mu
Berkata-kata sementara kamu
Tidak mengerti maka
Kamu sedang sendiri.

Ketika semua orang bersuara
Sementara kamu bungkam
Seribu bahasa maka
Kamu sedang sendiri.

Malam yang redup tanpa
Rembulan dan bintang,
Termangu tentang keberadaan
dalam kamar sempit tanpa cahaya dian.

Kamu tidak sendiri,
Kamu hanya sedang diamati
atau mungkin ditemani
oleh yang tersembunyi.

Tapi Tuhan slalu ada dalam hati...

Senin, 20 Desember 2010

SAJAK PEMULUNG


Aku adalah bagian terbuang
Yang tinggal dipinggiran
Atau mungkin dibentaran
Mungkin juga dianggap sampah urban.

Dari satu tempat sampah
Ke tempat sampah,
Dari satu pembuangan
Ke pembuangan.

Semoga menjadi berkah.
Selama tidak singgah
Di pekarangan rumah,
Hanya untuk menjarah.

(Jakarta, 21-12-10)
Agus

INI TENTANG PEREMPUAN

(menyambut hari Ibu)
















Ini cerita tentang perempuan
Begitu bayak hal menakjubkan
Walau terkadang sulit di cerna fikiran
Sejak nabi Adam dan anak-anaknya
Hingga sekarang.

Sebagian lelaki menempatkan
mu di belakang.
Sebagian lelaki lain menempatkan
mu di samping kanan.
Sebagian dirimu memposisikan
di garda depan.

Ini patung tentang perempuan
Dirimu perlambang  keindahan Tuhan
Pada tubuhmu terpahat symbol-simbol kehidupan.
Ketegaran mu terkadang bagai kan karang.
Walau dirimu tetap lembut penuh perasaan.
Jangan campurkan keindahan dan nafsu badan.

Ini kisah tentang perempuan
Banyak kaum adam tak dapat hidup
Tanpa perempuan.
Daud beristrikan seratus perempuan
Santo Josef  merasa iba pada sang perawan,
Bahkan terpenjara karena perempuan
Hitler ingin dirikan agama baru
Karena perempuan.
Cassanova  berbilang perempuan.
Walau Rabiah hanya mencinta Tuhan.
Bumi akan pudar dan mati tanpa perempuan
Ini tentang perempuan…

Kamis, 16 Desember 2010

PADA SEBUAH PERSIMPANGAN


Kugenggam erat
kemesraan rahasia antara kita
Diantara pedih, perih menghujam.
Tapi tak mungkin aku melupakan.

Jidatku smakin menghitam
begitu banyak yang ku pikirkan
Air mata telah mengering
karena takut ditinggalkan

Oh, mungkinkah perahu kan karam
tanpa pernah sampai tujuan
Dimanakah dirimu?

Kusimpan rapat
rahasia ku dengan mu
tanpa harus tercium
Oleh para makhluk yang berniat
Kudekap erat harap yang menjerat
walau penat dan berat
Tapi badan ini tetap harus beranjak.

Kudatangi awan
kusinggahi malam
kuteriaki rembulan
Dimanakah diri mu?

Malam semakin kelam
Dewi malam enggan hadir di Kayangan
Anak kumbang kembali ke pangkuan Inang
Mungkinkah pembawa pesan telah datang...

(Jakarta)

Jumat, 10 Desember 2010

DOA SEORANG MALING

Tuhan ku,
Malam ini ku kan pergi
Tapi bukan tuk mencari rizki
Hanya mengambil tanpa permisi.

Tuhan ku,
Malam ini ku kan beraksi
Agar perut perut kosong dapat terisi
Agar lapar dapat kusudahi.

Tuhan ku,
Jika aku sedang beraksi
Ingatkan aku untuk teliti
Agar aku bisa kembali
Sebelum fajar menghampiri.

Tuhan ku,
Malam ini ku kan pergi
Untuk yang pertama kali
Ntah ku kan kembali.

Rabu, 08 Desember 2010

TAWADHU SANG KESET

Bentukmu beraneka ragam,
bisa bulat, bisa juga segi empat,
atau mungkin belah ketupat.
Ukuran mu bermacam-macam,
ada setengah meter, satu meter,
atau malah bermeter-meter.

Kau mungkin diciptakan dari bahan terbuang
yang memang manusia sudah menganggap mu hilang,
melalui bisnis yang disebut daur ulang
ternyata kau menghasilkan uang.

Tempat mu memang dibawah,
ditaruh tanpa harus disanggah.
Karena fungsi mu guna menampung debu dan tanah
bisa juga mengeringkan cucian kaki yang basah,
sehingga bersih lantai tuan rumah.

Kau tak pernah menjerit karena sakit,
walau harus terjepit dan terhimpit.
Karena kau hanya sebuah keset
yang empunya pabrik bilang sodara tiri karpet.

Selasa, 31 Agustus 2010

MUNGKIN AKU BELUM MENGERTI

Kadang kau datang tiba-tiba dengan senyum mengembang merah merona
sehingga terkumpul semua cita dan cinta.
Tapi sesaat kemudian kau pergi tanpa basa-basi meninggalkan diriku
sendiri kembali dalam sepi.
Mungkin aku memang belum mengerti...


Kumainkan gitar ku dendangkan cerita,
bagai zikir suluk penguat sukma.
Walau seruling senja mengalun menggoyahkan jiwa,
dan lelaki tua terus melaju dalam perjalanannya.
Tak peduli luka dan derita membusukkan kakinya...


Seorang wanita sufi berlenggak lenggok di pentas mayapada.
Di atas hamparan pasir yang luas, atau di atas gunung gemunung,
atau mungkin juga di pinggiran pantai.
Dia menari berbalutkan purdah, bercadar indah disekitar wajah.
Terkadang betis putihnya sempat terlihat dalam liukan tariannya
yang diiringi panca rebana.
sementara di bagian lain anak dara berlenggak lenggok yang sama,
mungkin dia menari, berdisko, atau berdansa.
Gemerlap lampu sinari wajahnya yang jelita.
Alunan orcesthra menyatu dalam hentakan kakinya yang
indah di pandang mata.

Sungguh tarian-tarian yang elok, se-elok penari-penarinya.
Adakah mereka nyata di mayapada, atau hanya bayang semua
karena keberadaan Sang Pencipta....

Yahh,...aku inginkan tariannya, tapi aku juga butuh penarinya.
seperti aku butuh helai-helai benang yang terajut dalam selembar sarung
yang ku gunakan asyik masyuk kepada-Nya..

Agus

Minggu, 18 April 2010

Ode for My Little Girl


Kau sering memintaku membacakan buku cerita sebelum kau lelap teridur di pangkuan.
Baik cerita si kancil yang nakal, srigala yang culas, ataupun beruang dan orang hutan.
Kau dengarkan ceritaku lembar-demi lembar dari fable yang  aku bacakan.
Dan kau pun selalu tertawa ketika hal lucu tersampaikan.
Oh,..bahagianya aku seorang ayah yang memiliki gadis kecil dengan bola mata yang slalu berbinar
serta kata-kata lucu dari mulut mungil yang slalu keluar.


Terkadang kau berlenggak-lengok di depanku dengan kelucuan seorang bocah kecil yang menggoda.
Atau kau tari-kan dan tirukan goyang ngebor layak nya seorang penyanyi yang pada waktu itu sedang terkenal,
Sambil kau gunakan gincu merah ibumu tanpa ketahuan dengan bibir mungil yang blepotan.
Kau gunakan sepatu dan baju ibumu dan kau peragakannya di depan ku sambil tertawa cekikikan.
Hahahahaha,…..sebuah hiburan keluarga yang tak kan pernah terlupa ketika jarak memisahkan kita.


Kadang aku sangat berharap padamu agar kelak menjadi wanita yang sebenarnya,
Tanpa harus kau buang lemah lembut mu, kepekaan perasaanmu, keluwesanmu dalam bertutur  kata,
Ketinggian budi pekertimu, dan juga kecantikan dan kesucian mu sebagai seorang wanita.
Tapi kau juga harus tegar, pintar, dan terus belajar selama dunia masih berputar.
Karena hidup adalah pembelajaran yang tak kan pernah usai,
Sampai batas waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.



Aku sering berkata jadilah kau seorang gubernur jangan hanya jadi istri gubernur,
Dilain waktu aku berkata jadilah kau seorang dokter jangan hanya jadi istri dokter.
Mungkin kau ingin menjadi seorang engineer,  atau mungkin kau malah ingin jadi seorang entrepreneur .
Apapun itu aku akan mendukungmu smoga terwujud keiinginan dan cita-citamu.



Tapi yang terpenting gadis kecilku,.aku akan selalu ada ketika dirimu dalam nestapa.
Aku akan membimbingmu dengan lembut dan penuh kasih ketika kau harus tertatih
Aku juga akan menjadi penawar lara ketika kau terluka ataupun dalam derita.
Pundakku masih cukup tegar ketika harus menopangmu saat airmatamu harus menetes basah.
Kata-kataku akan slalu terucap ketika dirimu membutuhkannya.



Sebagai wanita mungkin kau akan mengedepankan rasa,
Tapi kau pun harus pandai dalam logika,
Karena logika dibutuhkan dalam kehidupan didunia.
Sementara rasa dihukumi oleh syara,
Maka kaupun harus paham akan hal agama.


….Gadis kecilku,…beritahu aku bila telah ada seseorang yang mengungkapkan rasa padamu,
Karena kau akan tetap jadi gadis kecilku walaupun kau telah menjadi wanita yang lebih tinggi dari ku.

Kamis, 15 April 2010

DIALOG ILALANG DENGAN TUHAN ..

Kata Ilalang banyak sekali dipergunakan, baik dalam puisi, lagu, bahka...n dalam sineas berupa sinetron, film dan lain sebagainya. Selain itu, kata Ilalang juga seringkali dipergunkan sebagai suatu perumpamaan yang menggambarkan tentang sesuatu baik berupa keadaan ataupun sifat dari sesuatu.

Sebenarnya apakah Ilalang atau Alang-alang itu? Ilalang atau yang juga dikenal dengan sebutan Alang-alang adalah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian.

Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan dan mengganggu.

Suatu ketika terjadi dialog antara Ilalang dengan Tuhan sebagai penciptanya

Ilalang: wahai Tuhan, mengapa kau jadikan aku ilalang?

Tuhan : wahai ilalang, Ku jadikan kau ilalang karena Aku lebih mengetahui apa yang Aku ciptakan.

Ilalang: wahai Tuhan, mengapa tak kau jadikan aku seperti padi yang bisa mengenyangkan manusia dengan memakan bulirnya?

Tuhan: wahai ilalang, dirimu memang tidak bisa mengenyangkan bila manusia memakannya, tapi dirimu bisa menyembuhkan bila manusia sakit karena makanan.

Ilalang: wahai Tuhan, mengapa tak kau jadikan aku layaknya bunga dengan warna-warni yang indah dipandang mata?

Tuhan : wahai ilalang, kuberikan hikmah kepadamu walaupun pada dirmu tiada keindahan bagi manusia yang mau memikirkannya.

Ilalang : wahai Tuhan, mengapa manusia tidak mau memberiku makanan bahkan justru memberiku racun agar aku musnah, sementara pada yang lain mereka memelihara dan memberikannya makanan?.

Tuhan : wahai Ilalang, kusediakan kau makanan yang tersebar luas di permukaan bumi ini walau manusia tak memberikannya pada mu.

Ilalang : wahai Tuhan, mengapa Kau jadikan aku ilalang yang terkadang manusia membenciku dengan membakarnya bila aku tumbuh di atas tanah-tanah mereka?

Tuhan : wahai ilalang, seribu kali manusia membakarmu, maka seribu kali kamu akan cepat tumbuh kembali dimana saja tanpa harus terikat dan dibatasi oleh girik, kohir dan sertifikat.

Ilalang : wahai Tuhan, mengapa kau jadikan aku ilalang yang menurut manusia menghalangi keindahan pandangan?

Tuhan : wahai ilalang, keindahan pada pandangan hanyalah sebuah bayangan semu yang terkadang menipu keadaan.

Ilalang : wahai Tuhan, kini aku paham mengapa Kau jadikan aku ilalang.

Tuhan : wahai ilalang, sesungguhnya tiada yang sia-sia semua yang Aku ciptakan di permukaan bumi ini, kini kau memahaminya ilalang.

Senin, 05 April 2010

...APA ADANYA.....

Dalam hidup ini kita sudah pasti akan menghadapi berbagai macam situasi, keadaan, kondisi-kondisi tertentu yang pada akhirnya mengharuskan kita untuk menetapkan pilihan-pilihan tentang langkah-langkah apa yang harus diambil, baik untuk mengatasi segala problematika hidup yang sedang dialami dan atau dihadapi atau mungkin untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang mungkin akan terjadi, salahkah, bolehkah?

Ada sebagian dari kita yang kencang dan terlihat begitu kuat dan semangat dalam hal-hal akhirat, benarkah?, dan ada sebagian kita yang mungkin prinsip hidupnya masih kental pada hedonisme atau hegemoni keduniaan, salahkah?

Dengan demikian maka bisa di pastikan bahwa dalam hidup dan kehidupan ini kita akan dan harus pandai memilah dan memilih apa yang baik, lebih baik, atau mungkin yang terbaik bagi kita. Apa yang menjadi dasar dan tolok ukur bisa bermacam-macam, karena sangat terkait erat dengan wacana keilmuan, pengetahuan, system nilai yang dianut dan banyak lagi yang lainnya. Karena didalamnya pasti akan ada unsur-unsur interpretasi, opini, kontemplasi dan lain sebagainya.

Bisa saja seseorang begitu kuat prinsip-prinsip hidupnya yang mengarah pada keagamaan karena memang latar belakang kehidupannya demikian, dan bersyukurlah orang-orang yang sudah ada pada tahapan ini smoga Allah memudahkan rizki dan kehidupannya di dunia sehingga ia tidak akan goyah dan akan selalu istiqomah. Dan memang dalam jiwa manusia ada unsur-unsur keilahiyan (wallahu ‘alam). Karena Dia telah tetapkan bahwa tidak diciptakannya jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya, selain itu ada sebuah hadits yang terjemahan bebasnya adalah sebagi berikut: “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan pada nya, maka ia akan diberi pemahaman yang baik akan agamanya”.

Tapi bisa saja seseorang seolah-olah terlihat begitu kuat aspek keduniannya dan inipun tidak terlepas dari faktor-faktor internal yang ada pada dirinya yang sudah pasti terbentuk selama beberapa saat tertentu dan tentu juga di pengaruhi oleh faktor-fakor eksternal di luar dirinya dan yang terdekat adalah keluarga. Lantas bagaimanakah sikap seperti ini menurut anda?. Ya tentau saja dunia tidak boleh ditinggalkan atau diabaikan begitu saja soalnya kita ini kan masih hidup didunia dan Dia pun telah katakan dalam firman-Nya yang mulia sbb: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepada mu (kabahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada mu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. (QS 28:77)”, selain itu ada juga hadits yang terjemahan bebasnya adalah memerintahkan supaya kita berusaha di dunia seolalh-oleh kita akan hidup selamanya (wallahu ‘alam).

Dari prolog diatas, maka seorang anak manusia dalam menapaki hidup dan kehidupan didunia akan selalu berkaitan dengan dua sisi kehidupan yaitu dunia dan akhirat, atau dengan bahasa lain yang biasa kita dengar yaitu YIN dan YANG, dimana satu dengan lainnya saling terkait dan pengaruhi dan hal ini tidak bisa dihindari karena ini merupakan ketetapannya.

Bahwa seorang manusia ketika mengalami musibah, kesulitan, dan atau problematika hidup maka dianya akan kembali kepada-Nya, memperbanyak ibadah kepada-Nya baik dengan cara berdoa, memohon kepada-Nya, memperbanyak zikir, dan ibadah-ibadah lainnya. Tapi seorang manusia juga berhak mendapatkan kehidupan yang layak bila dia mampu mendapatkannya. Walaupun ada yang menghukumi bahwa dunia iu bersifat mubah, tidak begitu penting tapi bisa menjadi wajib hukumnya dalam konteks tertentu. Sebgaimana hukum mandi atau makan, dalam konteks tertentu bisa menjadi wajib walaupun kita makan bukan karena kita hobi dan hanya memikirkan makan, tapi justru makan untk hidup bukan hidup untuk makan. Sebab badan membutuhkan masukan gizi dan protein lainnya untuk kuat dan mampu menjalankan kewajiban atau beban taklif yang ada pada setiap pundak manusia, jadi dianggap sebagai sarana saja bukan tujuan. Tetapi ketika sebuah sarana keberadaannya menjadi harus ada maka akan mendekati menjadi sebuah wajib hukumnya dan saya yakin bahwa kita semua sudah memahami hal ini.

Dalam kaitan dengan judul di atas, yaitu APA ADANYA, seringkali kita mendengar perkataan, nasehat, petuah dan lainnya bahwa jalani kehidupan apa adanya. Sebenarnya bagaimanakah yang dimaksud menjalani kehidupan itu apa adanya?, apakah dengan cara mengusahakan nya tapi tidak perlu menggebu-gebu dan terlalu bersemangat, karena ada pendapat yang mengatakan semangat yang menggebu tidak mampu menembus tirai taqdir, atau justru harus mengusahakan semaksimal mungkin sesuai kemampuan yang ada pada kita?

Bila kita melihat air, maka air akan selalu bergerak untuk mencari tempat yang lebih rendah, maka ketika ada tempat yang lebih rendah air akan terus bergerak, tetapi ketika air menemui tempat yang lebih tinggi maka akan terlihat dia seolah-olah menjadi tidak mampu untuk bergerak. Tapi benarkah bahwa air hanya bergerak kebawah atau hanya mencari tempat yang lebih rendah, kalau begitu lantas dari manakah datangnya hujan? Mungkin ada yangmenjawab bahwa hujan datang dari Tuhan, karena memang tertulis pada al-Quran, memang benar tapi tidak bisakah diuraikan, tidak adakah proses didalamnya sehingga terjadi hujan? Saya kira hal ini pun tidak perlu dijelaskan karena saya yakin kita semua sudah paham baik aspek ontologis, epsitemologis, dan aksiologis nya.
Jalani hidup apa adanya. Misalkan ada seorang pria lajang maka sudah pasti taqdirnya adalah dia akan berjodoh dengan wanita, tapi siapakah wanita yang akan jadi jodohnya? Bahwa Tuhan sudah tetapkan bahwa jodohnya adalah seorang wanita baginya maka hal ini adalah mutlak benar adanya dan juga merupakan hukum alam, tapi tidak perlukah adanya usaha/ikhtiar oleh dirinya ? , sehingga anggaplah si pria bernama Fulan tersebut akan bertemu wanita yang bernama Fulanah dalam kehidupannya di dunia, apakah ini terjadi dengan sendirinya atau harus ada hal-hal tertentu dari dirinya?.

Mungkin terkadang kita terperangkap pada logika,paham, atau dialektika tertentu yang entah kita sendiri benar-benar memahaminya atau tidak sehingga mengakibatkan kita menjadi salah arah, salah tujuan, seperti itulah yang terkadang terlihat pada seseorang oleh orang lainnya (wallahu ‘alam). Tetapi saya meyakini bahwa setiap manusia pada dasarnya telah diciptakan dengan lengkap dengan segala instrument-instrument yang ada pada dirinya yang merupakan pemberian dari-Nya. Hanya saja bagaimana seorang manusia bisa memunculkan hal-hal tersebut mungkin tidak sama pada setiap diri ini ada yang mungkin dapat dengan cepat menemukannya tapi ada juga yang mungkin membutuhkan waktu lebih lama (wallahu ‘alam). Dan disinilah perlunya apa yang disebut dengan kesabaran, keikhlasan, ke ridhoan, harapan dan lain-lain.

Sekali lagi jalani apa adanya. Contoh lain, seperti seorang bayi yang baru saja dilahirkan kedunia, apakah dia bisa merespon apa yang disampaikan oleh orang tua nya kepadanya, bisa dibilang YA bisa juga dibilang TIDAK. Dikatakan TIDAK karena saya kira seorang bayi tidak dan belum mengerti dengan BAHASA yang di katakana oleh orang tuanya, sebab akalnya belum sempurna sehingga ia belum memahami apa-apa yang datang dari luar secara lahiriah atau faal. Tapi dia juga dikatakan YA bisa merespon stimulus atau RASA tertentu dari luar berupa adanya getar-getar halus yang dia rasakan olehnya melalui instrument-instrument tertentu yang ada pada diri si bayi tersebut, sehingga saya kira apa yang dialami pada masa-masa seorang manusia masih bayi adalah lebih mengarah pada aspek-aspek batiniah atau bersifat mental. Tapi bukan berarti seorang bayi tidak bisa menerima rangsangan tertentu yang bersifat lahiriyah, toh dia bisa menangis karena merasakan sakit tertentu misalnya, jadi dalam hal ini adalah mana yang lebih dominan terjadi pada saat-sasat tertentu. Atau mana yang lebih besar prosentase nya. Karena tidak mungkin tidak kehidupan yang terjadi dan ada pada dirinya pasti ada kaitannya dengan masa lalu atau masa kecilnya.

Dari beberapa paparan tersebut maka ternyata bahwa pengertian jalani apa adanya adalah sebuah proses yang harus dijalani oleh seorang manusia dimana didalamnya akan selalu terkait dengan dua hal atau dua sisi, yaitu sisi jasmani dan rohani, lahiriah dan batiniah, ketentuan/ketetapan dan amal perbuatan, dan lain-lain sebagaimana yang terjadi di jagat raya ini dimana ada siang ada malam, ada pria ada wanita, ada baik ada buruk, susah senang, sedih dan gembira , kekurangan dan kelebihan dan lain-lain. Karena kehidupan adalah layaknya sebuah perjalanan dari satu titik ketitik berikutnya dan persinggahan terakhir didunia adalah kematian yang justru akan menjadi gerbang awal dari tahapan kehidupan berikutnya. Dari dia ada dalam keadaan posisi tidur (telentang atau tengkurap), merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari dan kem udian akan kembali tertidur dalam sebuah penantian.

Maka, hidup adalah sebuah proses dan proses ini akan berakhir sesuai dengan ketetapan-Nya.
Tulisan ini tidak bermaksud menggurui atau menasehati, tapi sekedar renungan diri ini saja dan kalaupun dianggap menasehati toh yang keluar hanya sebuah jari sedangkan kedalam ada empat jari. Bisa jadi opini dan interpretasi ini salah dan perlu koreksi.

Agus Safudi.

Rabu, 03 Maret 2010

KEYAKINAN atau KEPRIHATINAN….


Setiap orang Indonesia yang pernah tinggal di luar negeri baik itu untuk sekolah, bekerja, bisnis, dan keperluan lainnya pasti akan pernah dihadapkan pada pertanyaan kecil dan ringan mengenai nilai tukar, tentu saja nilai tukar dari uang di Negara bersangkutan dengan rupiah, dan ini tidak mungkin tidak pasti akan di alami oleh siapapun yang pernah tinggal di luar negeri begitu juga dengan saya pada saat saya telah mengenal dan akrab dengan mereka.



Suatu ketika seorang kerabat dari Hemamalini dari garis keturunan nabi Adam pernah menanyakan pada saya berapakah nilai tukar dari satu (1) riyal (SAR), saya bilang pada saat itu adalah 1 SAR = Rp. 2.700,- dan mereka pun tercengang, lantas dianya mengatakan bahwa saya adalah seorang jutawan sebab dengan gaji sebagai pegawai yang saya dapat bila ditukarkan dengan rupiah maka mereka berpikir begitu banyak uang yang saya dapat setiap bulannya yang tentu saja belum pernah mereka dapatkan makanya mereka heran.
Kemudian adalagi warga pribumu keturunan Aisyah r.a. dari garis keturunan nabi yang mulia Muhammad saw yang menanyakan hal yang sama, maka saya jawab juga dengan hal yang sama seperti ketika saya jawab pada penanya sebelumnya keturunan, maka warga pribumi pun mengatakan saya adalah orang kaya di negara saya (amien mudah-mudahan jadi doa).


Saya tidak tahu apakah pertanyaan pertanyaan itu hanya sekedar pertanyaan iseng belaka atau ada maksud lain, dan saya jelaskan pula bahwa (bohong sedikit karena kecintaan saya yang masih tersisa pada indoneisa) nilai tukar terkecil yang di cetak oleh pemerintah Indonesia adalah seribu rupiah yang kalo di Negara-negara lain adalah satu dolar, satu real, satu peso dan satu ringgit malaysaia (agak malu dibandingkan dengan yang satu ini) dan lain sebagainya.


Setiap ada pertanyaan-pertanyaan senada selalu saya coba keluarkan jurus-jurus makro dan mikro ekonomi yang menyebabkan kenapa hal ini terjadi tapi ya tetap saja mereka paling kalo tidak mencibir ya nyengir kuda, akh..hali wali kata orang arab nya mah alias masa bodo.
Saya jelaskan pada mereka bila mereka bertanya bahwa Negara kami adalah Negara yang memiliki harga diri dan kepribadian, karena Negara kami tidak mau dianggap masuk kedalam kategori Negara miskin dan harus berada di bawah pengawasan bangsa-bangsa atau pun menjadi bagian dari Negara persemakmuran.
Walaupun Negara kami memiliki banyak hutang luar negeri tapi karena Negara kami adalah Negara yang kaya akan sumber daya maka Negara kami dianggap masih mampu untuk membayar hutang-hutang luar tersebut dengan sumber daya yang ada dan untuk efisiensi serta penghematan bahan baku pencetakan uang maka dihapuskan lah nilai pecahan satu rupiah karena bisa anda bayangkan berapa banyak seorang ibu harus bawa uang kepasar ketika beliau akan beli sayur mayor, tempe, dan lauk pauk lainnya, mungkin beliau harus bawa unag sekantong keresek plastik, walaupun saya sendiri tidak yakin dengan dasar argument yang saya kemukakan entah benar entah tidak yang penting sebagai orang Indonesia saya tidak boleh kalah berargumen dengan mereka (gengsi dhonk!!…)



Saya juga ceritakan pada mereka begitu banyak perusahaan-perusahaan kelas dunia yang beroperasi di indonesia baik dari ujung barat sampai timur Indonesia, baik dari bidang jasa sampai manufaktur / industry, atau dari produk kerajinan home industry sampai yang hitech. Tanpa harus saya ceritakan apakah manfaat dan keuntungannya dirasakan oleh semua rakyat Indonesia dari kalangan pejabat sampai rakyat,..atau dari kalangan ningrat sampai yang melarat.
Yahh,.. sekali lagi mereka hanya nyengir kuda, saya asumsikan saja bahwa mereka bodoh dan tidak mengerti, kenapa? karena ini penting menyangkut harga diri dari sebuah bangsa,.sekali lagi harga diri sebuah bangsa yang katanya bangsa yang beradab dan berbudaya.



Pada kesempatan lain adalagi hal yang mereka pertanyakan dan agak sedikit heran,.mereka bilang kenapa orang Indonesia yang diluar negeri agak kurang berani dan kurang baik dalam komunikasi khususnya bahasa Inggris?,..(ini udah agak keterlaluan apa mereka pikir kita-kita ini orang bodoh yang gak pernah nelan bangku sekolahan.). Saya bilang pada mereka karena kami adalah bangsa yang memiliki budaya yang tinggi dan menghargai jasa para pahlawan dan para pendiri bangsa ini dan selain itu juga bahwa kita ini terdiri dari suku bangsa yang beragam maka untuk menyatukan itu digunakan lah bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia, dalam segala lini dan kegiatan kita selalu gunakan bahasa Indonesia, sehingga saking bangganya dengan bahasa persatuan tersebut seolah-olah kita melupakan bahasa pergaulan internasional tetapi bukan berarti kita tidak mengerti dan tidak pernah mempergunakannya, sebab diluar bahasa Indonesia di Negara kami hanya menempati urutan no 2 atau no 3 mungkin setelah bahasa daerah, seperti itulah yang saya jawab dengan penuh kebanggan dan keyakinan.


Tapi ketika saya kembali dari bekerja dan sedang sendiri maka saya memikirkan apa-apa yang mereka katakana dan tanyakan, yah..kenapa ini harus begini dan kenapa itu harus begitu…
Apakah semua yang saya jawab dan katakana menunjukkan KEYAKINAN atau justru KEPRIHATINAN…

Rabu, 24 Februari 2010

...ANAK...

Seorang anak manusia terlahir ke dunia dalam keadaan suci,..terlepas bahwa proses awalnya didasarkan bukan karena cinta yang suci,..karena akibat pergaulan bebas,..atau tindakan asusila lainnya. Sebab semua proses yang terjadi pada saat bercampurnya antara sel telur dan sperma sekalipun bertentangan dengan agama,..melanggar hukum syariat,..atau masuk kategori perbuatan maksiat sekalipun tetapi harus dingat dan bisa memilahnya bahwa pada saat itu terjadi belum dikatakan manusia,.ia dikatakan telah menjadi manusia utuh (seorang anak) pada saat telah terbentuk daging,..tulang belulang dan telah ditiupkan ruh oleh Tuhan kepada nya.

Bukti bahwa seorang anak suci adalah karena sebelum dia terlahir kedunia memang seorang anak mengalami hidup suci yaitu di dalam perut(rahim) ibunya,.ia mendapatkan makanan dalam bentuk yang suci karena telah tersaring oleh plasenta walaupun mungkin saja ketika si ibu memakan makanan tersebut secara fisik/lahiriyah masih belum suci (bersih) karena kondisi-kondisi tertentu tetapi Tuhan telah mempersiapkan fasilitas tersebut sehingga apa yang diterimanya telah tersucikan dan juga adanya doa yang insyaallah bisa mensucikan makanan tersebut dari sisi bathiniyah.

Bukti lain bahwa seorang anak hidup suci ketika dalam kandungan adalah seberapa banyak ia mendapat makanan dari ibunya pernahkah kita mendengar bahwa ada janin yang mengeluarkan kotoran dan keracunan karena kotoran tersebut?,..atau adakah seorang ibu hamil yang keracunan karena kotoran janinnya?,..rasanya kita belum pernah mendengar mengenai hal-hal tersebut, kalaupun ada mungkin sudah berapa banyak fakta-fakta medis membuktikannya. Itulah hidup suci yang pernah dialami seorang anak manusia.

Setelah seorang anak lahir kedunia maka apakah ia akan tetap bisa menjaga kesuciannya tergantung banyak hal yang salah satunya dan paling utama adalah peran orang tua itu sendiri, bagaiman orang tua bisa memberikan lingkungan yang baik dan kondusif bagi perkembangan anaknya baik dari sisi mentalitas maupun fisk, dan yang terpenting adalah orang tua harus bisa menempatkan diri sebagai fasilitator bukan eksekutor sebab ini akan berpengaruh besar pada perkembangan mentalitas dan fisik anak tersebut.

Walaupun ada dalil yang menyebutkan bahwa seorang anak bisa menjadi musuh bagi orang tuanya tetapi banyak dalil lain baik yang tersurat maupun tersirat bahwa keberadaan anak adalah merupakan anugrah, rizki dari Allah yang tak ternilai jika dibandingkan dengan berapapun banyaknya materi, karena begitu banyak para calon orang tua atau pasangan suami istri yang mau mengeluarkan berapapun besarnya dana demi mendapatkan seorang buah hati yaitu anak.

Dengan segala keluguan dan kepolosannya seorang anak mampu menghilangkan keruwetan pada orang tuanya.
Dengan kejenakaannya bercerita seorang anak mampu menghibur orang tuanya walaupun yang diceritakannya adalah hal-hal yang biasa.
Dengan segala kebutuhan dan keinginannya seorang anak mampu membuat orang tuanya memiliki motivasi untuk bekerja lebih keras dan lebih giat dalam berusaha.

Tapi terkadang kita para orang tua lupa karena kesibukan sehingga seolah-olah tidak memiliki waktu bagi para anak walaupun hanya sekedar 10 menit saja hanya untuk membacakan cerita pengantar tidurnya yang akan mengantarkannya pada mimpi indah didunianya, atau menemaninya bermain dengan permainannya. Seorang anak akan bangga terhadap orang tuanya bila kita sebagai orang tua mau mendekatinya baik sebagai kawan baginya atau sebagai orang tua baginya, atau kita penuhi hal-hal yang dibutuhkannya demi kebaikannya walaupun tidak harus selalu materi dan dia akan bangga menceritakan anda sebagai orang tua yang baik baginya kepada kawan-kawannya.

Bila seorang anak diumpamakan tumbuhan maka bagaimanakah kita para orang tua merawatnya sehingga ia akan menjadi layaknya tumbuhan yang baik, indah dipandang mata dan tetap berada pada fitrahnya yaitu kesucian.

Peranan orang tua sangatlah penting terutama dalam hal perkembangan IQ, EQ, dan SQ bagi anaknya, sebab bila ke tiga hal ini terlupakan atau hanya salah satu nya saja maka akan ada kekurangan pada diri anak dan ini akan dirasakan olehnya ketika anak beranjak dewasa. Anak yang baik dalam IQ nya belum tentu menjadi anak manusia yang berhasil dalam menapaki kehidupan yang semakin keras, dia hanya pintar dari sisi akademis saja tetapi manakala kegagalan hidup dialami mungkin ia akan rapuh dan mudah tumbang atau dia akan mudah tergelincir dalam kehidupan yang tidak baik dimana zaman sekarang sangat mungkin hal itu terjadi.

Selain anak merupakan anugrah dan rizki yang tak ternilai,..anak juga merupakan amanat dari Tuhan kepada para orang tua dan bila kita para orang tua tidak mampu mendidik dan mengarahkannya dengan baik maka ia akan menjadi musuh bagi kita para orang tua dan terutama akan memberatkan kita pada hari perhitungan nanti, karena salah satu tugas kita para orang tua adalah kita harus mampu mengantarkan dan mengenalkannya pada Tuhan-nya (wallahu 'alam).

(Tulisan singkat ini tidak bermaksud mengajari ataupun menggurui tapi sekedar ungkapan rindu seorang ayah terhadap anak-anaknya yang jauh diseberang mata).

Hadanallahu wa iyyakum ajma'in.

Wasslam.
a.s.

Kamis, 04 Februari 2010

LAKON SANG IBU

Setiap malam ia selalu keluar,...
berdandan menor bergincu tebal.....
Hanya satu yang dia fikirkan,...
demi terkumpul lembar demi lembar.....

Caci maki selalu dia terima,..
umpatan kasar adalah lagu yang biasa dia dengar...
Lemparan batu terkadang menemaninya,...
para tetangga yang riskan dengan keberadaanya.....

Dia tak tau apa itu reformasi,.....
dan dia tak mengerti hiruk pikuknya warga negeri....
Yang dia tau hanyalah kebutuhan sang buah hati,...
walaupun hanya sepiring nasi....

Matanya nanar merah menyala,...
layaknya ufuk ditimur menggantung senja...
Terhembus asap rokok setiap malam,...
demi menunggu para lelaki malam....

Usianya setengah baya,...
karena dia memang sudah tidak muda....
Rambut putih mulai menghiasi kepala,...
Akankah hari esok menuai asa.....

Tak pernah dia hidup bercita-cita,...
tak ingin dia bercerita tentang cinta....
Kepahitan selalu menjadi sahabat karibnya,...
tapi dia ikhlas menjalankan tanpa keluh kesah....

"Oh Tuhan di atas sana,......"
"Begitu tinggikah Kau bersinggasana,..."
"Hamba mu yang hina memohon dalam derita dan air mata"...
"Smoga tak berat siksa yang kuterima"...

"Adakah hari esok tuk anak ku?",..
"smoga saja tak kau alami nasib seperti ibu"...
"walau ku tau perbuatan ini tak layak kau gugu",...
"smoga kelak nasib baik menghampirimu"........

Kisah Seorang Lelaki

Seorang lelaki keluar dari klab malam..
Langkahnya gontai menyusuri senyap malam.....
Rambutnya kusut bajunya berantakan..
Mencekik botol tersisa yang tak sempat ia habiskan.....

dia tinggalkan suara-suara cekikikan merayu manja,.....
dia habiskan malam malam bersama bayang kepalsuan,.....
dia hindari tangis anaknya susunya kehabisan,.....
dia tak peduli istrinya menangis setiap malam,....
Yang penting terlupa semua persoalan, bersama pesangon dan santunan yang dia habiskan...

Perutnya yang buncit dan badannya yg gempal,...
membuatnya tak sanggup untuk berjalan pulang...
dia tergeletak di pinggiran jalan,.
dan tertidur untuk satu persinggahan...

Terdengar suara adzan menggema,..
dia mencoba bangkit untuk menuju rumah-Nya..
Terbayang smua kesalahan yang dia telah lakukan...
Terngiang suara-suara yang pernah mengingatkan...

Sejarak dia melangkah, kembali dia tergeletak untuk kali kedua...
Dadanya berdegup kencang, nafas pun tersengal-sengal, dan dia meringis kesakitan...

Terbayang wajah mungil bermata jernih yang slalu duduk di pangkuannya..
Teringat wajah cantik yang slalu menemaninya penuh mesra dan damai setiap malam...

Oh,....nyawapun meregang,..
jantung tak mampu bertahan,...
dia pergi untuk selamanya.....
Masihkah ada maaf di pintu Tuhan?.......... 

Jumat, 01 Januari 2010

Nama-mu Pertiwi

Namamu adalah Pertiwi,
dahulu kau banyak dikagumi kaum manca negara dari seberang negeri.
Kau bagaikan bunga melati yang harum semerbak nan mewangi,
mengundang kumbang untuk datang, hinggap, dan menciumi
sambil memberi benang sari demi tersatunya dengan putik sari yang kau miliki.


Tapi kini kau tak lagi mewangi, bunga-bunga mu berguguran
dan tunas-tunas mu rontok di terjang ganasnya tangan-tangan kehidupan.
Semburatmu telah pudar, akibat cengkeraman kuku-kuku kotor dan keserakahan
yang menjamah dan merengkuh mu dengan paksaan.


Akar mu telah busuk, batangmu telah mengering, dan daunmu mulai berguguran
di hempas badai dan di terjang gelombang peradaban.


Kau tak mungkin di okulasi, haruskah kau di amputasi?
lantas bagaimana kau dapat tegak berdiri tanpa kedua kaki, berlari
dan mengejar ketertinggalan demi tunas-tunas muda dan kuncup
bunga yang harus kau naungi.


Kini masa telah berganti, smoga sirna segala badai dan gelombang
dan berganti dengan semilir sejuk angin yang kan merajut segala angan dan harapan.


Ada setitik asa dari anak negeri,
berharap masih tersisa sedikit hati nurani,
yang menguatkan mu untuk berdiri dan berlari...