Kamis, 06 Maret 2014
Selasa, 23 Oktober 2012
SATU FASE DALAM KEHIDUPAN
Ya Tuhan,..
Salahkah aku karena singgah pada tepian
Sebuah dahan dalam satu persinggahan
Lupakah aku karena telah hinggap
Pada sebuah atap yang tidak seharusnya aku merapat.
Aku terseret arus yang tak dapat ku kendalikan
Aku terduduk dan termangu menyaksikan keindahan
Yang belum pernah kusaksikan dalam kehidupan
Aku tertidur dalam mantera cinta yang memabukkan.
Adakah suara terdalam telah menyadarkan ku
Untuk bangkit dan kembali dalam kehidupan.
Apakah ini sebagian takdir yang harus kujalani
Tanpa pernah dapat kuhindarkan,..
sebagai sarana menuju pilihan yang menunggu di gerbang depan.
Oh Tuhan,
Ini hanya sebuah riak dalam samudera kehidupan
Karena gunung yang kokoh tak kan pernah terpengaruh
Oleh ganasnya badai kehidupan.
Biarlah mengalir bagai air di lautan
Ini hanya fase lain dalam kehidupan
Agar siap menyongsong kebahagiaan lain yang telah di janjikan
Karena siang dan malam telah tertuliskan pada buku kehidupan.
Salahkah aku karena singgah pada tepian
Sebuah dahan dalam satu persinggahan
Lupakah aku karena telah hinggap
Pada sebuah atap yang tidak seharusnya aku merapat.
Aku terseret arus yang tak dapat ku kendalikan
Aku terduduk dan termangu menyaksikan keindahan
Yang belum pernah kusaksikan dalam kehidupan
Aku tertidur dalam mantera cinta yang memabukkan.
Adakah suara terdalam telah menyadarkan ku
Untuk bangkit dan kembali dalam kehidupan.
Apakah ini sebagian takdir yang harus kujalani
Tanpa pernah dapat kuhindarkan,..
sebagai sarana menuju pilihan yang menunggu di gerbang depan.
Oh Tuhan,
Ini hanya sebuah riak dalam samudera kehidupan
Karena gunung yang kokoh tak kan pernah terpengaruh
Oleh ganasnya badai kehidupan.
Biarlah mengalir bagai air di lautan
Ini hanya fase lain dalam kehidupan
Agar siap menyongsong kebahagiaan lain yang telah di janjikan
Karena siang dan malam telah tertuliskan pada buku kehidupan.
Sabtu, 26 Maret 2011
PHYSIC vs METAPHYSIC
Air
H2 dan O2
Basah
Tanah
Panas
Hilang
Cabai
Merah
Hijau
Warna
Pedas
Rasa
Mana:?
Manusia
Jasad
Ruh
Kasar
Halus
Langit
Biru
Di atas
Di mana:?
Tiada ada
Ada tiada.
Dia ada ketika ketiadaan itu ada...
H2 dan O2
Basah
Tanah
Panas
Hilang
Cabai
Merah
Hijau
Warna
Pedas
Rasa
Mana:?
Manusia
Jasad
Ruh
Kasar
Halus
Langit
Biru
Di atas
Di mana:?
Tiada ada
Ada tiada.
Dia ada ketika ketiadaan itu ada...
Selasa, 22 Maret 2011
SATU JANJI
Gerimis pun mulai berhenti,
Berganti dengan angin malam
Yang menusuk tulang dalam
Temaram tanpa bintang.
Dan disebelah barat sana,
Terdengar suara rebana
Sayup-sayup mengalunkan pujian
Pada Sang Penguasa Alam.
Neng Sri,..aku rindu pada pertemuan
Pertama di pinggir kolam
saat kita memancing ikan.
Biarlah aku tak cukup pintar
Untuk paham bait-bait rubaiyat Omar Kayam.
Biarlah aku tak pernah memiliki kesadaran
Seperti kesadaran Carl Gustav Jung
Dan biarlah aku tak pernah bisa mabuk
Semabuk Rumi ketika terbang bersama matsnawi.
Aku hanya seorang pemimpi yang memimpikan cinta
Bagai cinta Ulysses pada sang pujaan hati.
Tapi aku kan slalu mendengarkan suara hati
Yang selalu mengingatkanku akan diri
Yang pernah terucap dalam satu janji.
Aku mencintaimu hingga sekerat hati ini mati...
Berganti dengan angin malam
Yang menusuk tulang dalam
Temaram tanpa bintang.
Dan disebelah barat sana,
Terdengar suara rebana
Sayup-sayup mengalunkan pujian
Pada Sang Penguasa Alam.
Neng Sri,..aku rindu pada pertemuan
Pertama di pinggir kolam
saat kita memancing ikan.
Biarlah aku tak cukup pintar
Untuk paham bait-bait rubaiyat Omar Kayam.
Biarlah aku tak pernah memiliki kesadaran
Seperti kesadaran Carl Gustav Jung
Dan biarlah aku tak pernah bisa mabuk
Semabuk Rumi ketika terbang bersama matsnawi.
Aku hanya seorang pemimpi yang memimpikan cinta
Bagai cinta Ulysses pada sang pujaan hati.
Tapi aku kan slalu mendengarkan suara hati
Yang selalu mengingatkanku akan diri
Yang pernah terucap dalam satu janji.
Aku mencintaimu hingga sekerat hati ini mati...
Sabtu, 05 Maret 2011
KONTEMPLASI
Kalimat-ku terhempas bagai buih pantai yang meranggas
Pada tepian pantai di Batu Karas.
Kata-kata-ku bukanlah kata-kata sakti bagaikan mantera.
Kata-kata-ku terkadang begitu gelisah
bagaikan burung yang kehilangan sangkarnya.
Huruf-huruf-ku bagaikan bayi-bayi yang keluar membuyar
Tanpa pernah dapat ku-hindar.
Biarlah sunyi sesaat menuai arti, demi tercerahkan hati.
Oh,..secawan anggur ini memabukkan ku
Pada cinta yang terjal menggapai.
Mungkin aku salah melihat,
Mungkin aku salah mendengar.
Mungkin aku salah membaca pada setiap pohon
Yang tertanam indah ditanah pada urat pantai.
Atau mungkin helai-helai daun yang jatuh
selalu menyembunyikan kisah.
Gunung nun jauh begitu angkuh merengkuh.
Merengkuh setiap badai yang datang menyentuh.
Meminum setiap air yang turun dari langit jauh.
Mengucap salam pada sauh-sauh yang hendak berlayar jauh.
Resah dan gelisah karena bara menyisakan kisah
Pada angin yang membelai sawah-sawah.
Smoga bulir kembali tumbuh dan merekah.
Memenuhi harap yang slalu membuncah...
Kamis, 03 Maret 2011
KETIKA SIANG BERGANTI MALAM
Kau adalah saat ketika sang raja enggan terlihat.
Keceriaanmu tergambar ketika putri malam
Melebarkan kanvasnya yang indah nan cemerlang.
Bintang-bintang bernyanyi layaknya
Paduan suara yang menyampaikan arti.
Saat semua makhluk terlelap,
maka Rabiah pun naik ke puncak atap,
menunaikan segala hasrat, keluh kesah dan cinta
yang menggelora pada Sang Penguasa Jagat.
Sementara, sebagian lain mungkin asyik bergembira
bersama lampu dan kerlap-kerlip semu.
Sebagian lain mungkin mati terlelap setelah tuntaskan
hajat di pundak yang membelenggu dan berat.
Mungkin juga dibagian lain menghadirkan khusyuk
memanjatkan munajat tuk tuai asa yang menjerat.
Dan kunang-kunang pun kembali ke pangkuan inang.
Bintang-bintang terlihat lunglai kecapaian.
Dirimu sekarat dan penuh karat
Karena sang waktu telah merapat…
Sabtu, 26 Februari 2011
Transendent
Disini gelisah tanpa kisah
Disini tenang tanpa waktu dan ruang
Ketika gelisah dan tenang
Bagikan siang dan malam.
Segala jawhar berputar melingkar
Tak peduli ia kecil ataupun besar
Berputar pada garis edar
Berpendar vertikal dan horizontal
Yang terlihat adalah takdir-Nya
Yang tak terlihat adalah rahasia-Nya
Yang membalikkan malam pada siang-Nya.
Teguhkan iman dan kokohkan keyakinan
Agar jelas bathin memandang..
Rabu, 23 Februari 2011
KETIKA NAFSU BAGAI KUDA LIAR ,....
Bibir-ku gemetar menahan
sumpah serapah yang tak tertahankan
Kesadaran-ku hilang bagai tetes air
Di padang sahara yang gersang.
Dada-ku berdebar bagai kuda liar
Yang keluar dari pacuan perlombaan
Terbayang tubuh indah-mu dalam fikiran,
Tercium aroma tubuh-mu yang
merangsang dan memabukkan,
Teringat desah nafas-mu
kala bulu kuduk-mu meremang
Geliat-mu yang mengantar-ku
pada awang-awang,..oh.
Hijau-merah, hijau-merah, hijau-merah…!
Setitik cahaya menampak dalam
Ujung mata, ku bangkit berdiri
Dan ku ambil air suci.
Ku basuh diri dalam sabda dan persaksian ilahi.
Hening, sepi, aku memang sedang sendiri.
Menyadari kekhilafan yang mungkin terjadi
Menggapai lautan maaf Yang Maha Hidup
dan Berdiri Sendiri..
sumpah serapah yang tak tertahankan
Kesadaran-ku hilang bagai tetes air
Di padang sahara yang gersang.
Dada-ku berdebar bagai kuda liar
Yang keluar dari pacuan perlombaan
Terbayang tubuh indah-mu dalam fikiran,
Tercium aroma tubuh-mu yang
merangsang dan memabukkan,
Teringat desah nafas-mu
kala bulu kuduk-mu meremang
Geliat-mu yang mengantar-ku
pada awang-awang,..oh.
Hijau-merah, hijau-merah, hijau-merah…!
Setitik cahaya menampak dalam
Ujung mata, ku bangkit berdiri
Dan ku ambil air suci.
Ku basuh diri dalam sabda dan persaksian ilahi.
Hening, sepi, aku memang sedang sendiri.
Menyadari kekhilafan yang mungkin terjadi
Menggapai lautan maaf Yang Maha Hidup
dan Berdiri Sendiri..
Senin, 31 Januari 2011
PUISI ANGIN
Hembusan nafas mu
pada awan di kayangan
membuat mereka
saling bercumbu
dan melahirkan hujan
Geliat tarian mu
membelai ranting dan dahan,
memadu cinta putik dan benang
walau dirimu tak tersaksikan
Kau lempar debu ke udara
Kau terjang bahtera di samudera
Kau perintah bara yang menyala
Bila dirimu datang murka
Kamis, 27 Januari 2011
HAKIKAT (sebuah opini)
Ketika kita mendengar kata hakikat maka umumnya yang terbayang adalah sesuatu yang menunjukkan keutamaan, ketinggian dari sesuatu yang lain. Umumnya dipahami bahwa hakikat yang berkaitan dengan manusia adalah berkaitan dengan jiwa atau ruh sebagaimana pendapat-pendapat yang berkembang baik dari sisi agama maupun filsafat. Tapi bagaimanakah sesuatu dikatakan lebih utama dari suatu yang lain bila keberadaannya tidak muncul ke permukaan dalam bentuk laku tertentu?
Bagaimana kita tahu akan inner beauty bila keberadaannya tidak bisa kita saksikan ataupun kita dengar?, Bukankah kesempurnaan jiwa dan ruh seseorang termanifestasikan dalam wujud perbuatan dan perkataan yang disimbolkan secara lahiriah?.
Sebagai contoh adalah keutamaan seorang penari dan kesempurnaan tariannya akan tampak atau tersaksikan manakala penari tersebut dapat menarikan sebuah tarian yang indah dan cantik yang mengakibatkan kekaguman orang yang menyaksikannya walaupun dari sisi lahiriah tertentu penari tersebut tidaklah begitu cantik misalnya, atau misalkan seorang penyair yang sedang membawakan sebuah syair sehingga orang yang mendengar dan menyaksikan bagaikan tersihir.
Bukankah akibat berkaitan dengan sebab?, jika sebab dihilangkan maka akibat tidak akan muncul. Dan menurut saya akibat yang bisa muncul secara mandiri tanpa harus melihat pada keberadaan sebab semata-mata mutlak hanya perbuatan Tuhan saja atau segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan keagungan-Nya.
Maka opini saya yang dikatakan dengan hakikat manusia adalah adanya integrasi yang sempurna, selaras, dan seimbang dari ketiga unsur yaitu jasmani, akal, dan ruhani. Dan hakikat manusia menurut saya adalah hasil dari integrasi yang sempurna dari ketiga unsur tersebut, dan kesempurnaan tertinggi yang pernah ada pada manusia adalah pada para kekasih-Nya.
Maka hakikat terkesan ada tapi tidak ada, tidak ada tapi ada.
by: agus
Bagaimana kita tahu akan inner beauty bila keberadaannya tidak bisa kita saksikan ataupun kita dengar?, Bukankah kesempurnaan jiwa dan ruh seseorang termanifestasikan dalam wujud perbuatan dan perkataan yang disimbolkan secara lahiriah?.
Sebagai contoh adalah keutamaan seorang penari dan kesempurnaan tariannya akan tampak atau tersaksikan manakala penari tersebut dapat menarikan sebuah tarian yang indah dan cantik yang mengakibatkan kekaguman orang yang menyaksikannya walaupun dari sisi lahiriah tertentu penari tersebut tidaklah begitu cantik misalnya, atau misalkan seorang penyair yang sedang membawakan sebuah syair sehingga orang yang mendengar dan menyaksikan bagaikan tersihir.
Bukankah akibat berkaitan dengan sebab?, jika sebab dihilangkan maka akibat tidak akan muncul. Dan menurut saya akibat yang bisa muncul secara mandiri tanpa harus melihat pada keberadaan sebab semata-mata mutlak hanya perbuatan Tuhan saja atau segala sesuatu yang berkaitan langsung dengan keagungan-Nya.
Maka opini saya yang dikatakan dengan hakikat manusia adalah adanya integrasi yang sempurna, selaras, dan seimbang dari ketiga unsur yaitu jasmani, akal, dan ruhani. Dan hakikat manusia menurut saya adalah hasil dari integrasi yang sempurna dari ketiga unsur tersebut, dan kesempurnaan tertinggi yang pernah ada pada manusia adalah pada para kekasih-Nya.
Maka hakikat terkesan ada tapi tidak ada, tidak ada tapi ada.
by: agus
Minggu, 09 Januari 2011
WARANGGANA
Panas terik membakar tubuhku
Asap dan debu menyatu membasahi
Dada waranggana yang tengah bergoyang
Menarikan tarian kehidupan
Dalam pertunjukan ronggeng mayapada.
Dan diujung seberang jalan,
turangga menungguku
tuk mengantarkan ku pulang
ke negeri impian
bila senja telah menjelang.
Segenggam asa,
sebongkah cinta
Menyatu dalam cita dan karsa
Sirnakan lara dalam melodi tanpa suara.
Gadis kecil tersenyum manis
Memainkan harpa mendendangkan
Kawih pujian, dalam syair yang
Hampir hilang ditelan kehidupan.
Aku memainkan tarian kehidupan
Tarian penghambaan pada pencipta alam
Sebagai zikir pada penguasa alam
Agar menyatu dalam qudrat dan iradat-Nya.
Jumat, 24 Desember 2010
KAMU TIDAK SENDIRI
Ketika orang-orang di sekitar mu
tertawa sementara kamu
merasa sedih maka
Kamu sedang sendiri.
Ketika orang-orang di sekeliling mu
Berkata-kata sementara kamu
Tidak mengerti maka
Kamu sedang sendiri.
Ketika semua orang bersuara
Sementara kamu bungkam
Seribu bahasa maka
Kamu sedang sendiri.
Malam yang redup tanpa
Rembulan dan bintang,
Termangu tentang keberadaan
dalam kamar sempit tanpa cahaya dian.
Kamu tidak sendiri,
Kamu hanya sedang diamati
atau mungkin ditemani
oleh yang tersembunyi.
Tapi Tuhan slalu ada dalam hati...
Senin, 20 Desember 2010
SAJAK PEMULUNG
Aku adalah bagian terbuang
Yang tinggal dipinggiran
Atau mungkin dibentaran
Mungkin juga dianggap sampah urban.
Dari satu tempat sampah
Ke tempat sampah,
Dari satu pembuangan
Ke pembuangan.
Semoga menjadi berkah.
Selama tidak singgah
Di pekarangan rumah,
Hanya untuk menjarah.
(Jakarta, 21-12-10)
Agus
INI TENTANG PEREMPUAN
Ini cerita tentang perempuan
Begitu bayak hal menakjubkan
Walau terkadang sulit di cerna fikiran
Sejak nabi Adam dan anak-anaknya
Hingga sekarang.
Sebagian lelaki menempatkan
mu di belakang.
Sebagian lelaki lain menempatkan
mu di samping kanan.
Sebagian dirimu memposisikan
di garda depan.
Ini patung tentang perempuan
Dirimu perlambang keindahan Tuhan
Pada tubuhmu terpahat symbol-simbol kehidupan.
Ketegaran mu terkadang bagai kan karang.
Walau dirimu tetap lembut penuh perasaan.
Jangan campurkan keindahan dan nafsu badan.
Ini kisah tentang perempuan
Banyak kaum adam tak dapat hidup
Tanpa perempuan.
Daud beristrikan seratus perempuan
Santo Josef merasa iba pada sang perawan,
Bahkan terpenjara karena perempuan
Hitler ingin dirikan agama baru
Karena perempuan.
Cassanova berbilang perempuan.
Walau Rabiah hanya mencinta Tuhan.
Bumi akan pudar dan mati tanpa perempuan
Ini tentang perempuan…
Kamis, 16 Desember 2010
PADA SEBUAH PERSIMPANGAN
Kugenggam erat
kemesraan rahasia antara kita
Diantara pedih, perih menghujam.
Tapi tak mungkin aku melupakan.
Jidatku smakin menghitam
begitu banyak yang ku pikirkan
Air mata telah mengering
karena takut ditinggalkan
Oh, mungkinkah perahu kan karam
tanpa pernah sampai tujuan
Dimanakah dirimu?
Kusimpan rapat
rahasia ku dengan mu
tanpa harus tercium
Oleh para makhluk yang berniat
Kudekap erat harap yang menjerat
walau penat dan berat
Tapi badan ini tetap harus beranjak.
Kudatangi awan
kusinggahi malam
kuteriaki rembulan
Dimanakah diri mu?
Malam semakin kelam
Dewi malam enggan hadir di Kayangan
Anak kumbang kembali ke pangkuan Inang
Mungkinkah pembawa pesan telah datang...
(Jakarta)
Jumat, 10 Desember 2010
DOA SEORANG MALING
Tuhan ku,
Malam ini ku kan pergi
Tapi bukan tuk mencari rizki
Hanya mengambil tanpa permisi.
Tuhan ku,
Malam ini ku kan beraksi
Agar perut perut kosong dapat terisi
Agar lapar dapat kusudahi.
Tuhan ku,
Jika aku sedang beraksi
Ingatkan aku untuk teliti
Agar aku bisa kembali
Sebelum fajar menghampiri.
Tuhan ku,
Malam ini ku kan pergi
Untuk yang pertama kali
Ntah ku kan kembali.
Malam ini ku kan pergi
Tapi bukan tuk mencari rizki
Hanya mengambil tanpa permisi.
Tuhan ku,
Malam ini ku kan beraksi
Agar perut perut kosong dapat terisi
Agar lapar dapat kusudahi.
Tuhan ku,
Jika aku sedang beraksi
Ingatkan aku untuk teliti
Agar aku bisa kembali
Sebelum fajar menghampiri.
Tuhan ku,
Malam ini ku kan pergi
Untuk yang pertama kali
Ntah ku kan kembali.
Rabu, 08 Desember 2010
TAWADHU SANG KESET
Bentukmu beraneka ragam,
bisa bulat, bisa juga segi empat,
atau mungkin belah ketupat.
Ukuran mu bermacam-macam,
ada setengah meter, satu meter,
atau malah bermeter-meter.
Kau mungkin diciptakan dari bahan terbuang
yang memang manusia sudah menganggap mu hilang,
melalui bisnis yang disebut daur ulang
ternyata kau menghasilkan uang.
Tempat mu memang dibawah,
ditaruh tanpa harus disanggah.
Karena fungsi mu guna menampung debu dan tanah
bisa juga mengeringkan cucian kaki yang basah,
sehingga bersih lantai tuan rumah.
Kau tak pernah menjerit karena sakit,
walau harus terjepit dan terhimpit.
Karena kau hanya sebuah keset
yang empunya pabrik bilang sodara tiri karpet.
bisa bulat, bisa juga segi empat,
atau mungkin belah ketupat.
Ukuran mu bermacam-macam,
ada setengah meter, satu meter,
atau malah bermeter-meter.
Kau mungkin diciptakan dari bahan terbuang
yang memang manusia sudah menganggap mu hilang,
melalui bisnis yang disebut daur ulang
ternyata kau menghasilkan uang.
Tempat mu memang dibawah,
ditaruh tanpa harus disanggah.
Karena fungsi mu guna menampung debu dan tanah
bisa juga mengeringkan cucian kaki yang basah,
sehingga bersih lantai tuan rumah.
Kau tak pernah menjerit karena sakit,
walau harus terjepit dan terhimpit.
Karena kau hanya sebuah keset
yang empunya pabrik bilang sodara tiri karpet.
Selasa, 31 Agustus 2010
MUNGKIN AKU BELUM MENGERTI
Kadang kau datang tiba-tiba dengan senyum mengembang merah merona
sehingga terkumpul semua cita dan cinta.
Tapi sesaat kemudian kau pergi tanpa basa-basi meninggalkan diriku
sendiri kembali dalam sepi.
Mungkin aku memang belum mengerti...
Kumainkan gitar ku dendangkan cerita,
bagai zikir suluk penguat sukma.
Walau seruling senja mengalun menggoyahkan jiwa,
dan lelaki tua terus melaju dalam perjalanannya.
Tak peduli luka dan derita membusukkan kakinya...
Seorang wanita sufi berlenggak lenggok di pentas mayapada.
Di atas hamparan pasir yang luas, atau di atas gunung gemunung,
atau mungkin juga di pinggiran pantai.
Dia menari berbalutkan purdah, bercadar indah disekitar wajah.
Terkadang betis putihnya sempat terlihat dalam liukan tariannya
yang diiringi panca rebana.
sementara di bagian lain anak dara berlenggak lenggok yang sama,
mungkin dia menari, berdisko, atau berdansa.
Gemerlap lampu sinari wajahnya yang jelita.
Alunan orcesthra menyatu dalam hentakan kakinya yang
indah di pandang mata.
Sungguh tarian-tarian yang elok, se-elok penari-penarinya.
Adakah mereka nyata di mayapada, atau hanya bayang semua
karena keberadaan Sang Pencipta....
Yahh,...aku inginkan tariannya, tapi aku juga butuh penarinya.
seperti aku butuh helai-helai benang yang terajut dalam selembar sarung
yang ku gunakan asyik masyuk kepada-Nya..
Agus
sehingga terkumpul semua cita dan cinta.
Tapi sesaat kemudian kau pergi tanpa basa-basi meninggalkan diriku
sendiri kembali dalam sepi.
Mungkin aku memang belum mengerti...
Kumainkan gitar ku dendangkan cerita,
bagai zikir suluk penguat sukma.
Walau seruling senja mengalun menggoyahkan jiwa,
dan lelaki tua terus melaju dalam perjalanannya.
Tak peduli luka dan derita membusukkan kakinya...
Seorang wanita sufi berlenggak lenggok di pentas mayapada.
Di atas hamparan pasir yang luas, atau di atas gunung gemunung,
atau mungkin juga di pinggiran pantai.
Dia menari berbalutkan purdah, bercadar indah disekitar wajah.
Terkadang betis putihnya sempat terlihat dalam liukan tariannya
yang diiringi panca rebana.
sementara di bagian lain anak dara berlenggak lenggok yang sama,
mungkin dia menari, berdisko, atau berdansa.
Gemerlap lampu sinari wajahnya yang jelita.
Alunan orcesthra menyatu dalam hentakan kakinya yang
indah di pandang mata.
Sungguh tarian-tarian yang elok, se-elok penari-penarinya.
Adakah mereka nyata di mayapada, atau hanya bayang semua
karena keberadaan Sang Pencipta....
Yahh,...aku inginkan tariannya, tapi aku juga butuh penarinya.
seperti aku butuh helai-helai benang yang terajut dalam selembar sarung
yang ku gunakan asyik masyuk kepada-Nya..
Agus
Minggu, 18 April 2010
Ode for My Little Girl

Kau sering memintaku membacakan buku cerita sebelum kau lelap teridur di pangkuan.
Baik cerita si kancil yang nakal, srigala yang culas, ataupun beruang dan orang hutan.
Kau dengarkan ceritaku lembar-demi lembar dari fable yang aku bacakan.
Dan kau pun selalu tertawa ketika hal lucu tersampaikan.
Oh,..bahagianya aku seorang ayah yang memiliki gadis kecil dengan bola mata yang slalu berbinar
serta kata-kata lucu dari mulut mungil yang slalu keluar.
Terkadang kau berlenggak-lengok di depanku dengan kelucuan seorang bocah kecil yang menggoda.
Atau kau tari-kan dan tirukan goyang ngebor layak nya seorang penyanyi yang pada waktu itu sedang terkenal,
Sambil kau gunakan gincu merah ibumu tanpa ketahuan dengan bibir mungil yang blepotan.
Kau gunakan sepatu dan baju ibumu dan kau peragakannya di depan ku sambil tertawa cekikikan.
Hahahahaha,…..sebuah hiburan keluarga yang tak kan pernah terlupa ketika jarak memisahkan kita.
Kadang aku sangat berharap padamu agar kelak menjadi wanita yang sebenarnya,
Tanpa harus kau buang lemah lembut mu, kepekaan perasaanmu, keluwesanmu dalam bertutur kata,
Ketinggian budi pekertimu, dan juga kecantikan dan kesucian mu sebagai seorang wanita.
Tapi kau juga harus tegar, pintar, dan terus belajar selama dunia masih berputar.
Karena hidup adalah pembelajaran yang tak kan pernah usai,
Sampai batas waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.
Aku sering berkata jadilah kau seorang gubernur jangan hanya jadi istri gubernur,
Dilain waktu aku berkata jadilah kau seorang dokter jangan hanya jadi istri dokter.
Mungkin kau ingin menjadi seorang engineer, atau mungkin kau malah ingin jadi seorang entrepreneur .
Apapun itu aku akan mendukungmu smoga terwujud keiinginan dan cita-citamu.
Tapi yang terpenting gadis kecilku,.aku akan selalu ada ketika dirimu dalam nestapa.
Aku akan membimbingmu dengan lembut dan penuh kasih ketika kau harus tertatih
Aku juga akan menjadi penawar lara ketika kau terluka ataupun dalam derita.
Pundakku masih cukup tegar ketika harus menopangmu saat airmatamu harus menetes basah.
Kata-kataku akan slalu terucap ketika dirimu membutuhkannya.
Sebagai wanita mungkin kau akan mengedepankan rasa,
Tapi kau pun harus pandai dalam logika,
Karena logika dibutuhkan dalam kehidupan didunia.
Sementara rasa dihukumi oleh syara,
Maka kaupun harus paham akan hal agama.
….Gadis kecilku,…beritahu aku bila telah ada seseorang yang mengungkapkan rasa padamu,
Karena kau akan tetap jadi gadis kecilku walaupun kau telah menjadi wanita yang lebih tinggi dari ku.
Kamis, 15 April 2010
DIALOG ILALANG DENGAN TUHAN ..
Kata Ilalang banyak sekali dipergunakan, baik dalam puisi, lagu, bahka...n dalam sineas berupa sinetron, film dan lain sebagainya. Selain itu, kata Ilalang juga seringkali dipergunkan sebagai suatu perumpamaan yang menggambarkan tentang sesuatu baik berupa keadaan ataupun sifat dari sesuatu.
Sebenarnya apakah Ilalang atau Alang-alang itu? Ilalang atau yang juga dikenal dengan sebutan Alang-alang adalah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian.
Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan dan mengganggu.
Suatu ketika terjadi dialog antara Ilalang dengan Tuhan sebagai penciptanya
Ilalang: wahai Tuhan, mengapa kau jadikan aku ilalang?
Tuhan : wahai ilalang, Ku jadikan kau ilalang karena Aku lebih mengetahui apa yang Aku ciptakan.
Ilalang: wahai Tuhan, mengapa tak kau jadikan aku seperti padi yang bisa mengenyangkan manusia dengan memakan bulirnya?
Tuhan: wahai ilalang, dirimu memang tidak bisa mengenyangkan bila manusia memakannya, tapi dirimu bisa menyembuhkan bila manusia sakit karena makanan.
Ilalang: wahai Tuhan, mengapa tak kau jadikan aku layaknya bunga dengan warna-warni yang indah dipandang mata?
Tuhan : wahai ilalang, kuberikan hikmah kepadamu walaupun pada dirmu tiada keindahan bagi manusia yang mau memikirkannya.
Ilalang : wahai Tuhan, mengapa manusia tidak mau memberiku makanan bahkan justru memberiku racun agar aku musnah, sementara pada yang lain mereka memelihara dan memberikannya makanan?.
Tuhan : wahai Ilalang, kusediakan kau makanan yang tersebar luas di permukaan bumi ini walau manusia tak memberikannya pada mu.
Ilalang : wahai Tuhan, mengapa Kau jadikan aku ilalang yang terkadang manusia membenciku dengan membakarnya bila aku tumbuh di atas tanah-tanah mereka?
Tuhan : wahai ilalang, seribu kali manusia membakarmu, maka seribu kali kamu akan cepat tumbuh kembali dimana saja tanpa harus terikat dan dibatasi oleh girik, kohir dan sertifikat.
Ilalang : wahai Tuhan, mengapa kau jadikan aku ilalang yang menurut manusia menghalangi keindahan pandangan?
Tuhan : wahai ilalang, keindahan pada pandangan hanyalah sebuah bayangan semu yang terkadang menipu keadaan.
Ilalang : wahai Tuhan, kini aku paham mengapa Kau jadikan aku ilalang.
Tuhan : wahai ilalang, sesungguhnya tiada yang sia-sia semua yang Aku ciptakan di permukaan bumi ini, kini kau memahaminya ilalang.
Sebenarnya apakah Ilalang atau Alang-alang itu? Ilalang atau yang juga dikenal dengan sebutan Alang-alang adalah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian.
Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan dan mengganggu.
Suatu ketika terjadi dialog antara Ilalang dengan Tuhan sebagai penciptanya
Ilalang: wahai Tuhan, mengapa kau jadikan aku ilalang?
Tuhan : wahai ilalang, Ku jadikan kau ilalang karena Aku lebih mengetahui apa yang Aku ciptakan.
Ilalang: wahai Tuhan, mengapa tak kau jadikan aku seperti padi yang bisa mengenyangkan manusia dengan memakan bulirnya?
Tuhan: wahai ilalang, dirimu memang tidak bisa mengenyangkan bila manusia memakannya, tapi dirimu bisa menyembuhkan bila manusia sakit karena makanan.
Ilalang: wahai Tuhan, mengapa tak kau jadikan aku layaknya bunga dengan warna-warni yang indah dipandang mata?
Tuhan : wahai ilalang, kuberikan hikmah kepadamu walaupun pada dirmu tiada keindahan bagi manusia yang mau memikirkannya.
Ilalang : wahai Tuhan, mengapa manusia tidak mau memberiku makanan bahkan justru memberiku racun agar aku musnah, sementara pada yang lain mereka memelihara dan memberikannya makanan?.
Tuhan : wahai Ilalang, kusediakan kau makanan yang tersebar luas di permukaan bumi ini walau manusia tak memberikannya pada mu.
Ilalang : wahai Tuhan, mengapa Kau jadikan aku ilalang yang terkadang manusia membenciku dengan membakarnya bila aku tumbuh di atas tanah-tanah mereka?
Tuhan : wahai ilalang, seribu kali manusia membakarmu, maka seribu kali kamu akan cepat tumbuh kembali dimana saja tanpa harus terikat dan dibatasi oleh girik, kohir dan sertifikat.
Ilalang : wahai Tuhan, mengapa kau jadikan aku ilalang yang menurut manusia menghalangi keindahan pandangan?
Tuhan : wahai ilalang, keindahan pada pandangan hanyalah sebuah bayangan semu yang terkadang menipu keadaan.
Ilalang : wahai Tuhan, kini aku paham mengapa Kau jadikan aku ilalang.
Tuhan : wahai ilalang, sesungguhnya tiada yang sia-sia semua yang Aku ciptakan di permukaan bumi ini, kini kau memahaminya ilalang.
Langganan:
Postingan (Atom)




