Selasa, 31 Agustus 2010

MUNGKIN AKU BELUM MENGERTI

Kadang kau datang tiba-tiba dengan senyum mengembang merah merona
sehingga terkumpul semua cita dan cinta.
Tapi sesaat kemudian kau pergi tanpa basa-basi meninggalkan diriku
sendiri kembali dalam sepi.
Mungkin aku memang belum mengerti...


Kumainkan gitar ku dendangkan cerita,
bagai zikir suluk penguat sukma.
Walau seruling senja mengalun menggoyahkan jiwa,
dan lelaki tua terus melaju dalam perjalanannya.
Tak peduli luka dan derita membusukkan kakinya...


Seorang wanita sufi berlenggak lenggok di pentas mayapada.
Di atas hamparan pasir yang luas, atau di atas gunung gemunung,
atau mungkin juga di pinggiran pantai.
Dia menari berbalutkan purdah, bercadar indah disekitar wajah.
Terkadang betis putihnya sempat terlihat dalam liukan tariannya
yang diiringi panca rebana.
sementara di bagian lain anak dara berlenggak lenggok yang sama,
mungkin dia menari, berdisko, atau berdansa.
Gemerlap lampu sinari wajahnya yang jelita.
Alunan orcesthra menyatu dalam hentakan kakinya yang
indah di pandang mata.

Sungguh tarian-tarian yang elok, se-elok penari-penarinya.
Adakah mereka nyata di mayapada, atau hanya bayang semua
karena keberadaan Sang Pencipta....

Yahh,...aku inginkan tariannya, tapi aku juga butuh penarinya.
seperti aku butuh helai-helai benang yang terajut dalam selembar sarung
yang ku gunakan asyik masyuk kepada-Nya..

Agus